Donald Trump: Setop Penghitungan Suara

Ezra Sihite, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Petahana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, setiap suara yang masuk setelah hari pemilu atau Election Day tidak akan dihitung. Dalam cuitannya di Twitter, Trump menyerukan untuk menghentikan penghitungan suara setelah tempat pemungutan suara ditutup.

"Setop penghitungan!" tulis Trump di akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump.

Pernyataan itu dikeluarkan Trump di tengah ketidakpastian yang terus berlanjut dalam pemilu karena beberapa negara bagian medan pertempuran belum mengumumkan hasil pemilu.

Negara bagian ini adalah North Carolina, Nevada, Pennsylvania, Georgia, Alaska dan Arizona. Negara-negara bagian tersebut termasuk kunci medan pertempuran Pilpres AS yang memiliki jumlah suara elektoral alias elektor lebih banyak dibandingkan negara-negara bagian lainnya.

Sebelumnya, tim kampanye Donald Trump mengumumkan bahwa mereka akan mengajukan gugatan atas Nevada atas dugaan penipuan pemilih.

Per hari ini, Trump baru mendapatkan 213 suara di electoral college sementara penantangnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, mendapatkan 264 dari 270 suara yang diperlukan untuk mengklaim kemenangan.

Pada malam setelah pemilu 3 November 2020 kemarin, kedua kandidat menyatakan optimisme tentang hasil pemilu.

"Kami berada di jalan menuju kemenangan," kata tim kampanye Biden.

"Kami bersiap untuk memenangkan pemilihan ini," kata tim kampanye Trump di lokasi berbeda.

Selama kampanye, Demokrat berulang kali meminta warga AS untuk memberikan suara lewat surat suara atau pemungutan suara awal (early voting) karena banyaknya pembatasan selama pandemi COVID-19. Namun Trump berulang kali menentang cara pemungutan suara ini dengan mengatakan surat suara yang masuk sangat berbahaya dan ada kecurangan luar biasa yang terjadi.