Donald Trump Wanti-Wanti Mata Uang Kripto Bisa Jadi Bencana

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperingatkan investasi dalam cryptocurrency atau kripto berpotensi menjadi bencana.

Dalam sebuah wawancara pada Selasa, 31 Agustus 2021, Donald Trump mengatakan, dia bukan penggemar berat kripto. Sehingga dia tidak berinvestasi dalam bitcoin dan mata uang digital lainnya.

"Saya suka mata uang Amerika Serikat," kata Trump, dilansir dari fox business, Kamis (2/9/2021).

Dia berpendapat, berinvestasi dalam kripto merugikan mata uang Amerika Serikat. Peringatan Trump kali ini bukan yang pertama. Pada Juni lalu, Trump mengatakan, Bitcoin tampak seperti "penipuan" dan euforia seputar mata uang kripto terbesar di dunia itu melemahkan dolar AS.

"Mata uang dunia ini seharusnya dolar. Dan saya tidak berpikir kita harus memiliki semua Bitcoin di dunia di luar sana. Saya pikir mereka harus mengaturnya dengan sangat ketat," kata Trump.

Trump menilai kripto telah menghilangkan keunggulan dolar AS dan pentingnya dolar. Trump mengatakan cryptocurrency mungkin saja palsu lantaran tak banyak orang yang tahu seluk beluknya.

"Mereka (kripto) mungkin palsu, siapa yang tahu apa itu. Mereka tentu saja sesuatu yang tidak banyak diketahui orang," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Harga Bitcoin

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Bitcoin telah jatuh dari rekor tertinggi USD 64.888 atau sekitar Rp 926,78 juta (asumsi kurs 14.282 per dolar AS) yang ditetapkan pada April menjadi sekitar USD 47.400 atau Rp 671,29 juta pada Selasa. Sementara kripto masih naik 63 persen tahun ini. Sebaliknya, indeks dolar AS sedikit berubah tahun ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel