Dongeng Kevin Cordon Berlanjut, Pebulutangkis Guatemala ke Semifinal

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejarah terjadi di cabang bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020. Untuk kali pertama, ada pebulutangkis asal Guatemala yang menembus semifinal.

Hal tersebut ditorehkan tunggal putra, Kevin Cordon. Dia menuntaskan perlawanan wakil Korea Selatan Heo Kwang-hee di perempatfinal yang berlangsung di Musashino Forest Plaza, Tokyo, Sabtu 31 Juli 2021.

Hebatnya, Cordon hanya butuh dua gim untuk menaklukkan Heo. Dia menang 21-13, 21-18.

Hasil ini mengantarkan Cordon ke semifinal. Dia ditunggu pemenang duel Viktor Axelsen (Denmark) vs Shi Yuqi (China).

Ini tentunya menjadi pencapaian tersendiri untuk Guatemala. Sepanjang sejarah, negara kecil di Amerika Tengah tersebut baru sekali merebut medali Olimpiade.

Hal tersebut terjadi di Olimpiade London 2012 dari cabang atletik. Erick Barrondo merebut medali perak di nomor jalan cepat 20 km putra.

Performa Cordon memang menjanjikan sejak awal tunggal putra bergulir. Tergabung di Grup C, dia menumbangkan Ng Ka Long Angus (Hong Kong) dan Lino Munoz (Meksiko). Cordon lolos ke 16 besar sebagai pemuncak Grup C.

Kemudian, di babak perdelapan final, dia bertarung ketat dengan wakil Belanda, Mark Caljouw. Lagi-lagi, dia mampu tampil apik dengan melibas Caljouw rubber game, 21-17, 3-21, dan 21-19.

Yang lebih hebatnya, di balik kesuksesan Cordon, ternyata ada tangan dingin pelatih dari Indonesia bernama Khadafi. Hal itu dibocorkan oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat PBSI, Bambang Roedyanto, melalui cuitan di akun Twitter pribadinya.

"Kevin Cordon menjadi pemain pertama dari PanAm Continental ke quarter final. Dia dilatih pelatih dari Indonesia. Kalau tidak salah namanya Khadafi," tulis pria yang akrab disapa Rudy.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel