Dongkrak Kinerja UMKM, Literasi Digital Harus Digenjot

·Bacaan 2 menit

VIVALiterasi digital ditegaskan harus ditumbuhkan agar Usaha Mikro Kecil dan Memengah (UMKM) bisa berkembang. Sehingga, tidak hanya baik untuk memasarkan produk, tapi juga menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menuturkan, pada 2021 Pemerintah telah kembali meluncurkan program UMKM Go Digital melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), guna meningkatkan literasi digital para pelaku UMKM.

Dia menjelaskan, Kemenkominfo turut menyiapkan tiga program pelatihan, antara lain pelatihan kewirausahaan digital. Yang, bertujuan untuk membantu pelaku UMKM mempersiapkan diri dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Baca juga: Catat, BI Turunkan Batas Maksimum Bunga Kartu Kredit Jadi 1,75 Persen

Kemudian, Scaling-Up UMKM, yaitu pelatihan digital khusus menyasar petani dan nelayan untuk membantu dalam mengembangkan usaha. Serta, pelatihan pemasaran digital dan kemampuan bahasa Inggris untuk UMKM dan pelaku desa wisata.

“Kalau Go Online onboarding, bukan hanya koperasi UMKM, tapi mengajak semua platform, untuk bagaimana perkenalkan teknologi digital pada UMKM. Sebelum pandemi, kita beli ke pasar, nah pedagang pasar selagi menunggu calon pembeli, mereka juga bisa menjualnya secara online. Ini kita perkenalkan supaya mereka bisa bergerak secara bisnis,” kata dia dalam Webinar bertajuk 'Literasi Digital untuk Produk Lokal', Selasa, 25 Mei 2021.

Semuel menjabarkan, sudah lebih dari 15 juta pelaku UMKM hingga Maret 2021 yang telah melakukan onboarding dan juga tergabung melalui GBBI. Hal itu ditindaklanjuti dengan kajian UMKM naik kelas, survei kebutuhan UMKM terhadap teknologi, dan penyediaan portal agregator layanan UMKM bernama LakUMKM.

“Sebab onboarding saja tidak cukup, karena cuma perkenalkan. Tingkatkan produk sangat penting, saya harapkan entrepreneur muda membantu, inovasi yang bisa kita terapkan kepada 64 juta UMKM,” kata dia.

Dia pun menekankan para UMKM untuk terus meningkatkan inovasi selain literasi. Para pelaku UMKM didorong jangan cepat merasa puas dengan hasil yang ada.

Direktur Utama Sirclo Brian Marshal mengungkapkan hal senada. Menurut dia, inovasi dari para pelaku UMKM dapat melahirkan konten yang menarik yang pada akhirnya akan mendorong penjualan suatu brand atau merek.

“Saya lihat (UMKM) banyak belum ke arah sana. Barang difoto pakai handphone ala kadarnya, packing ala kadarnya, pasti akan kalah jauh dengan konten yang Instagram frendly. Branding-nya di ranah digital yang masih jadi kendala,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Founder Kulo Grup Michelle Caroline Sulistyo mengatakan, memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan penjualan akan sangat bermanfaat. Khususnya meningkatkan penjualan dan promosi produk.

Ia menjelaskan, saat ini para pelaku usaha perlu memanfaatkan media sosial dalam menjalankan bisnisnya. Untuk memberikan informasi seputar produk atau jasa yang ditawarkan.

Kemudian, sambungnya, menggunakan teknologi digital juga dapat meningkatkan kolaborasi dengan berbagai key opinion leader, influencer dan media online, untuk mendapatkan lebih banyak eksposur.

“Buat postingan menarik, foto menarik, kata-kata caption ajakan yang menarik, buat orang jadi penasaran, pingin coba, pingin lihat. Dibandingkan cuma biasa saja. Konsepnya terlebih dulu,” tambahnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel