Dongkrak Perekonomian Daerah, Pemkot Tarakan Kembangkan Sektor Pariwisata

Merdeka.com - Merdeka.com - Kota Tarakan merupakan salah satu kota yang terletak di provinsi termuda di Indonesia yaitu Provinsi Kalimantan Utara. Karena pembangunan kota yang cukup pesat, Kota ini dinobatkan sebagai kota terkaya ke-17 se Indonesia. Kota Tarakan menjadi salah satu pintu gerbang pembangunan di Kalimantan Utara. Kota ini terletak terpisah dari pulau induk Kalimantan.

Kota Tarakan merupakan salah satu daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi di atas rata- rata nasional. Kota Tarakan juga terus berupaya untuk mewujudkan pemerataan ekonomi daerahnya, serta membuka peluang investasi.

Dari segi pariwisata, Kota Tarakan juga memiliki festival yang umumnya dilaksanakan 2 tahun sekali yaitu Festival Iraw Tengkayu. Festival yang pelaksanaannya bertepatan dengan hari jadi Kota Tarakan ini bahkan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata sebagai Anugrah Pesona Indonesia pada tahun 2016 dan mendapat predikat Top Event Kelas Dunia dari Indonesia pada 2017.

Wali Kota Tarakan, Khairul, mengatakan Kota Tarakan tengah menggenjot sektor pariwisata dan membangun infrastruktur untuk bisa menggaet investor dunia. "Dengan rencana perpindahan Ibu kota ke Kalimantan, tentu kita sedang membangun sektor pariwisata dan membangun infrastrukturnya," ujar Khairul.

Khairul melanjutkan bahwa saat ini ada dua kawasan wisata yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan di Kota Tarakan. Pertama, Tarakan memiliki pantai indah yang bernama pantai Amal.

"Nantinya kita akan kembangkan infrastruktur di daerah kawasan pantai Amal secara optimal. Dengan begitu, ekonomi akan tumbuh jika banyak wisatawan. Saya berharap pantai Amal bisa seperti pantai-pantai di daerah lain yang dikelola dengan baik," ujar Khairul.

Untuk menunjang sektor pariwisata, lanjut Khairul, Tarakan sudah memiliki pelabuhan internasional dan bandar udara internasional. "Tak hanya itu, kami sedang mengembangkan strategi nantinya Tarakan menjadi lokasi wisata yang disinggahi sebelum mereka—wisatawan—ke Derawan atau Maratua," tutur Khairul.

Tak hanya pantai, menurut Khairul ada wisata sejarah yang bisa menjadi daya tarik wisatawan. Soalnya, Tarakan memiliki beberapa situs perang dunia kedua yang tersebar dibeberapa lokasi.

"Bisa dibilang pada saat perang dunia ke-2, Tarakan menjadi 'Pearl Harbour'. Hal ini karena di sini dulunya menjadi lokasi logistik tentara-tentara saat perang. Nantinya, situs perang dunia itu akan kita perbaiki dan promosikan kepada dunia," tutur Khairul.

Bicara budaya, Khairul juga menjelaskan terdapat beberapa budaya yang bisa menjadi daya tarik. Mulai dari budaya dari suku asli Tarakan yaitu Suku Tidung dan budaya lainnya.

"Untuk budaya sedang kita gali untuk kita kembangkan. Selain itu, kita juga punya hutan Magrove yang tepat di tengah Kota Tarakan. Di sana wisatawan bisa melihat dan berinteraksi dengan Bekantan, jenis monyet asli dari Kalimantan," tutur Khairul.

Saat ini pusat kuliner juga sudah diresmikan di kawasan sekitar lokasi hutan mangrove itu, yang dibuka mulai jam 6 sore sampai jam 12 malam, "Disediakan juga outlet khusus di sana yang menjual makanan khas Kota Tarakan," imbuh Khairul. [hrs]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel