Doni Monardo Bakal Dapat Gelar Doktor Honoris Causa dari IPB

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Doni Monardo yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari IPB University. Ada beberapa alasan yang membuat peserta Rapat Pleno Senat Akademik menyetujui pemberian gelar kehormatan tersebut.

IPB menilai Doni Monardo tepat untuk memperoleh pengakuan dan penghargaan atas karya, prestasi dan dedikasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian (IPTEKS). Terlebih, Doni juga berjasa bagi kemajuan pendidikan, pembangunan dalam arti luas, dan kemanusiaan.

Kontribusi besar yang dilakukan Doni dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan juga jadi aspek yang dilihat oleh IPB. Hal tersebut bisa dilihat dari jejak kariernya terdahulu baik saat mulai bertugas di Aceh, kemudian Danrem 061/Surya Kencana Bogor, selanjutnya sebagai Danjen Kopasus, Pangdam XVI/Pattimura, Pangdam III/Siliwangi, Sesjen Wantannas dan kini Kepala BNPB.

“Pengabdian dan jasa beliau yang luar biasa bagi kemajuan ilmu pengetahuan khususnya di bidang ilmu pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, pendidikan, pembangunan pertanian dalam arti luas serta kemanusiaan akan menjadi inspirasi bagi kita semua,” kata rektor IPB, Arif Satria, dalam keterangan resmi yang diterima Liputan6.com.

Ketua PMI Jusuf Kalla berbicara dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo saat mengunjungi Gudang Darurat Penanaganan COVID-19 PMI di Jakarta, Jumat (22/5/2020). Doni berdiskusi dengan Jusuf Kalla tentang penanganan COVID-19 ke depan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Ketua PMI Jusuf Kalla berbicara dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo saat mengunjungi Gudang Darurat Penanaganan COVID-19 PMI di Jakarta, Jumat (22/5/2020). Doni berdiskusi dengan Jusuf Kalla tentang penanganan COVID-19 ke depan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Berikut, lima alasan IPB memberikan gelar kehormatan bagi Doni yakni:

1. Membangkitkan kepedulian lingkungan dan memberikan pelatihan ketrampilan (environmental awareness and training); 2. Memobilisasi sumber daya (resource mobilization) dan membangun jaring kerja kolaborasi (pentahelix)

3.Memulihkan dan merehabilitasi keanekaragaman hayati spesies dan ekosistem

4. Membangun kolaborasi penegakan hukum

5. Melakukan advokasi kebijakan.

Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker

Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)