Doni Monardo dan Sudirman Said Bisa Dilirik Maju Pilpres

Bayu Nugraha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dua tokoh kemanusiaan, Kepala BNPB, Doni Monardo dan Sekjen PMI, Sudirman Said digadang-gadang ikut maju dalam kompetisi Pilpres sebagai Capres atau Cawapres 2024.

Pengamat Politik LIPI, Siti Zuhro mengatakan, wajar jika akan muncul sosok-sosok calon presiden (capres), baik dari kader partai maupun nonpartai. Seperti Doni Monardo dan Sudirman Said atau nama lainnya.

Siti berujar, mengingat penduduk Indonesia jumlahnya banyak, sekira 260 juta orang, maka banyak capres pilihan masyarakat. Termasuk nama dua tokoh kemanusiaan yang tak asing terdengar di telinga masyarakat.

"Jadi, semakin banyak alternatif-alternatif calon akan semakin baik," ujar Siti saat dihubungi wartawan, Kamis, 15 April 2021.

Sebagai negara demokrasi, menurut Siti, masyarakat juga bisa leluasa menyeleksi siapa capres pilihannya. Jika muncul nama Doni Monardo maupun Sudirman Said tidak salah.

"Karena dengan begitu masyarakat bisa leluasa menyeleksi siapa di antara calon-calon yang ada itu yang paling oke," ujarnya.

Bahkan, masyarakat pun ikut mendorong nama nama alternatif lewat lembaga survei. Misalnya melalui Lembaga Survei KedaiKOPI beberapa waktu lalu.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo, mengatakan, sangat wajar bila nama-nama tokoh kemanusiaan masuk ke dalam jajaran nama capres 2024, bahkan nama-nama itu kerap muncul dalam survei yang dilakukan lembaganya itu.

"Saat ini tokoh-tokoh kemanusiaan seperti mendapatkan momentum untuk lebih dikenal publik. Selain itu tokoh-tokoh kemanusiaan ini punya aksi filantrofis, sehingga menjadikan mereka dekat dengan publik. Saat terjadi bencana alam, otomatis tokoh kemanusiaan akan lebih dikenal publik, terutama saat program pemulihan pasca bencana," kata Kunto.

Alasan berikutnya, ungkap Kunto, dua tokoh ini punya track record panjang. Doni Monardo ini militer dan Sudirman Said ini lebih lengkap, sebagai dirut BUMN hingga Menteri, sekarang berada di jalur gerakan kemanusiaan atau filantrofis.

"Jadi ini membuktikan track record mereka enggak main-main. Mereka punya multitalent dan multiskill untuk mengatasi krisis-krisis di masa depan. Oleh karena itu, masyarakat melihat ini dan menilai mereka memang pantas jadi capres 2024," katanya.