Doni Monardo: Indonesia Rugi Rp 22 Triliun per Tahun Akibat Bencana Alam

·Bacaan 2 menit
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo memberikan keterangan kepada pers usai menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengungkap bahwa Indonesia mengalami kerugian mencapai Rp 22 triliun akibat bencana. Hal itu disampaikan dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala BNPB ke Letjen Ganip Warsito, Selasa (25/5/2021).

"Setiap tahun kita mengalami kerugian ekonomi sekitar Rp 22 triliun akibat bencana yang selalu saja mengalami peningkatan dari tahun ke tahun," ujar Doni Monardo.

Doni menyampaikan, BNPB tak bisa bekerja sendiri untuk menangani bencana di Tanah Air. Untuk itu dia menekankan pentingnya kolaborasi BNPB dengan sejumlah pihak demi menghimpun sejumlah sumber daya.

"Bukan hanya sumber daya pemerintah, TNI dan Polri, tetapi juga sumber daya masyarakat," kata Doni.

Doni melihat sumber daya masyarakat di Indonesia begitu luar biasa. Ketika ada bencana menerjang sebuah daerah, maka tanpa dikomando pun seluruh instrumen bangsa segera merapatkan barisan.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo melantik Letjen TNI Ganip Warsito menjadi kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (25/5/2021). Ganip menggantikan Doni Monardo menjadi kepala di badan tersebut.

Ibarat Pegawai

Doni Monardo resmi melepas jabatannya sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (25/5/2021).

Dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala BNPB kepada Letjen Ganip Warsito, Doni mengibaratkan pegawai BNPB layaknya para anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), pasukan elite TNI Angkatan Darat (AD).

Doni menilai para pegawai BNPB merupakan sosok yang bekerja keras dalam tugasnya masing-masing.

"Luar biasa, Pak Ganip saya katakan bahwa BNPB ibarat Kopassus. Bahkan dalam kondisi darurat Covid dan juga penanganan bencana di berbagai daerah nyaris tidak pernah istirahat. Jadi bapak menghadapi kalangan sipil tetapi yang berjiwa militan," seru Doni.

Doni mengaku sulit menemukan ASN yang mempunyai dedikasi setinggi para pegawai BNPB. Bersama para pegawai BNPB, penerima dokter kehormatan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) itu mengaku dapat menyelesaikan sejumlah persoalan.

Hal itu tak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi antar pegawai di sana. "Saya sampaikan rasa hormat dan terima kasih yang setinggi-tingginya," ujar Doni.

Mantan Danjen Kopassus ini juga menyampaikan rasa syukurnya lantaran telah diamanatkan memimpin BNPB selama 2,4 tahun.

"Ini adalah pekerjaan yang luar biasa dari aspek kemanusiaan, membutuhkan stamina yang sangat kuat dan juga memerlukan keteguhan hati karena menghadapi begitu banyak persoalan yang tidak mudah di daerah ketika bencana terjadi," uca Doni.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel