Doni Monardo: Jangan Ada Kebijakan Picu COVID-19 di Daerah Bertambah

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan dengan adanya larangan mudik, ia mengimbau seluruh pihak untuk tidak membuat kasus aktif COVID-19 di daerah bertambah.

"Jangan sampai ada kebijakan yang nantinya membuat kasus aktif di daerah bertambah," ujar Doni dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Rabu, 5 Mei 2021.

Doni menilai kondisi penanganan COVID-19 di Indonesia terkini sudah sangat baik, sebagaimana tampak dari data terkini yang dipaparkan mengenai kasus aktif yang menduduki catatan terendah sepanjang satu tahun terakhir, yakni 5,88 persen. Kemudian angka kesembuhan di Indonesia mencapai rekor 91,39 persen.

Namun, Doni mengakui, hal yang masih kurang adalah angka kematian Indonesia akibat COVID-19 yang masih berada di atas angka kematian global.

Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, Doni mengatakan setelan angka itu telah baik dan jangan sampai bertambah lagi.

Selain itu, Doni mengimbau agar terus mengikuti perkembangan di sekitar kawasan Indonesia, terutama dari beberapa negara, serta mewaspadai adanya virus COVID-19 varian baru dan peningkatan kasus di negara tetangga.

"Contohnya, kita banyak menerima kepulangan pekerja migran kita yang sudah habis masa bekerjanya. Di antara mereka tidak sedikit yang diperiksa ternyata positif COVID-19," ujar Doni.

Pengamatan itu, katanya, sudah dibuktikan dari kedatangan di berbagai bandara internasional di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Jakarta, dan Jawa Timur.

Doni berharap semua pihak dapat lebih mewaspadai adanya varian baru virus itu, dan tidak boleh lengah terhadapnya.

"Kita tidak boleh kendor, protokol kesehatan adalah kunci keberhasilan bangsa kita terhindar dari ancaman COVID-19. Disiplin, kompak, serta konsisten juga merupakan salah satu solusi bagi bangsa kita melakukan pengendalian COVID-19," ujarnya. (ant)