Doni Monardo: Kasus COVID-19 RI Turun Tajam saat Persentase Dunia Naik

Mohammad Arief Hidayat, Eka Permadi
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah se-Indonesia untuk mengantisipasi libur cuti bersama Maulid Nabi Muhammad minggu depan.

Rapat itu untuk mengantisipasi situasi libur panjang di masa pandemi COVID-19. Juga antisipasi kesiapan pemerintah pusat hingga daerah menghadapi kemungkinan penyebaran virus corona di masa liburan panjang.

“Mobilitas masyarakat yang tinggi, baik ada yang mungkin pulang kampung atau yang berlibur ke tempat tujuan berlibur dan lain-lain, sehingga menimbulkan kerawanan di bidang lalu lintas, baik darat, laut maupun udara, yang perlu diantisipasi oleh semua stakeholder pusat dan daerah, dan juga kerawanan yang paling utama sekali pada masa pandemi ini kerawanan penularan,” kata Tito dalam rapat koordinasi secara virtual itu, Kamis, 22 Oktober 2020.

Baca: Kemenag: Masih Ada Ponpes yang Tak Percaya COVID-19

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, berkaca pada pengalaman sebelumnya dampak liburan sangat berpengaruh pada kenaikan kasus COVID-19.

Ia mencontohkan saat liburan Idul Adha pada akhir Juli lalu. Saat itu kenaikan kasus memang belum terlalu signifikan, tetapi setelah libur panjang perayaan 17 Agustus, menurutnya, lonjakan kasusnya cukup drastis. “Maka kasus tersebut mulai kita lihat pada minggu keempat bulan Agustus sampai puncaknya pada akhir September yang lalu.”

Setelah diintervensi oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperoleh data yang menunjukkan terjadinya penurunan kasus aktif. Dan hal itu tidak terlepas dari kerja keras para gubernur, bupati, dan wali kota, dengan dibantu TNI, Polri, relawan, dan seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Pada 20 September kasus positif atau kasus aktif adalah 23,6 persen dan kemarin data yang diterima oleh Satgas turun ke posisi 16,81 persen, telah terjadi penurunan kasus 6,79 persen. Nah, di satu sisi Indonesia mengalami penurunan yang begitu tajam, di sisi lain kasus aktif dunia mengalami peningkatan,” ujarnya.

Selain itu, data menunjukkan, pada 20 September, tingkat kesembuhan 72,5 persen, kemudian kemarin meningkat menjadi 79,73 persen. Artinya, terjadi kenaikan sebesar 7,23 persen yang, menurut Doni sebuah prestasi yang luar biasa.

“Hampir 300 ribu orang sudah sembuh, maka hari ini insya Allah akan tembus 300 ribu orang yang sembuh, sebuah prestasi juga yang sangat menggembirakan. Namun, angka kematian masih belum bisa kita tekan di bawah angka global,” ujarnya.

Sesuai arahan Presiden, Doni kembali mengingatkan agar libur panjang kali ini benar-benar diantisipasi dengan maksimal. Ia mengimbau untuk mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan. Ia menganjurkan untuk memanfaatkan waktu di rumah dengan baik selama masa liburan.

Namun, apabila tetap akan melakukan perjalanan ke luar kota sebaiknya orang yang bersangkutan melakukan tes mandiri, baik menggunakan rapid test atau PCR. (ase)