Doni Monardo Minta Habib Rizieq Kooperatif dan Beri Teladan

Hardani Triyoga, Reza Fajri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satuan Tugas atau Satgas Penanganan COVID-19 turut menyayangkan sikap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang enggan ditelusuri kontaknya terkait dugaan penularan COVID-19. Ketua Satgas Doni Monardo meminta Habib Rizieq jadi teladan di masa pandemi ini.

Menurut dia, Habib Rizieq pernah melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19 sehingga mestinya kooperatif.

"Kami meminta saudara Rizieq sebagai tokoh masyarakat untuk kooperatif dan memberikan teladan dalam upaya penanggulangan pandemi COVID-19," kata Doni, dalam keterangannya, Minggu 29 November 2020.

Doni menegaskan, pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi siapapun yang melanggar ketentuan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

"Pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi siapapun yang melanggar ketentuan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat," kata Doni, dalam keterangannya yang dikutip Senin, 30 November 2020.

Baca Juga: Habib Rizieq Tolak Hasil Swabnya Diumumkan ke Publik

Menurut dia, sikap tegas diperlukan sebagai bentuk empati terhadap pihak yang berjibaku melawan COVID-19 seperti tenaga medis.

"Empati dan dukungan harus diberikan kepada para tenaga kesehatan maupun relawan yang berjibaku menjalankan penanganan kesehatan," jelas Doni.

Dia menjelaskan, testing, tracing dan treatment atau 3T adalah langkah untuk mengendalikan penularan COVID-19. Imbauan 3T ini penting selain upaya pencegahan melalui 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan dengan sabun.

"Testing, tracing dan treatment merupakan tindakan kemanusiaan dan nondiskriminatif sehingga siapapun wajib mendukungnya," kata Doni.

Dia mengingatkan, dalam situasi penularan COVID-19 yang masih terjadi, setiap warga negara hendaknya menjalankan protokol kesehatan dan sukarela untuk dites. Kemudian juga mau ditelusuri kontak eratnya serta bersedia menjalani perawatan atau karantina jika positif tertular COVID-19.

Polemik Habib Rizieq diketahui sempat dirawat di RS Ummi, Bogor. Perawatan terhadap pimpinan FPI itu disebut karena kelelahan.

Namun, Pemerintah Kota Bogor di bawah Wali Kota Bima Arya mau agar Habib Rizieq dilakukan tes swab ulang untuk mengetahui kepastian terkena COVID-19 atau tidak. Namun, Habib Rizieq menolak untuk dilakukan tes swab ulang dan kemudian meninggalkan RS Ummi.