Doni Monardo Minta Pejabat Harus Jadi Teladan Patuhi Prokes

Syahrul Ansyari, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA - Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo, mengingatkan para pemimpin baik pusat maupun daerah harus bisa menjadi teladan bagi masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Sehingga, masyarakat pun tidak mengalami penurunan tingkat kepatuhan dalam menjalani protokol kesehatan.

"Para pemimpin di mana pun harus bisa menjadi teladan, harus bisa menjadi contoh kepada diri sendiri dan lingkungan, bahwa kita semua sama. Jadi, tidak ada perbedaan antara pejabat dan nonpejabat. Karena kalau ada perbedaan, maka tingkat kepatuhan masyarakat pun akan mengalami penurunan," kata Doni dikutip dari YouTube BNPB Indonesia pada Kamis, 7 Januari 2021.

Di samping itu, Doni selaku kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak kepada seluruh tokoh-tokoh nonformal di daerah dan punya pengaruh supaya selalu mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

Sebab, virus Corona ini nyata dan telah memakan banyak korban jiwa, baik di dunia maupun Indonesia.

Baca juga: Update COVID-19 Nasional 6 Januari: Positif Tambah 8.854, Sembuh 6.767

Menurut dia, korban jiwa yang meninggal akibat virus Corona ini di dunia hampir 2 juta orang. Sementara itu, di Tanah Air korban meninggal dunia akibat virus Corona ini mencapai 23.296 orang. Tentu, ini suatu angka yang sangat besar.

"Mohon tokoh-tokoh nonformal mengingatkan kembali bahwa COVID-19 nyata, COVID-19 bukan rekayasa, COVID-19 bukan konspirasi, COVID-19 ini telah menimbulkan korban jiwa di seluruh dunia. Jadi nyata dan semakin hari mereka yang terpapar COVID-19 sudah semakin dekat dengan kita," ujarnya.

Apalagi, kata Doni, Presiden Joko Widodo juga sudah menekankan mengajak seluruh gubernur untuk memotivasi masyarakat agar bisa kembali patuh pada protokol kesehatan. Sebab, pemerintah bersama masyarakat disadari sudah hampir 10 bulan menghadapi kasus COVID-19. Tentu, banyak yang kelelahan mungkin tidak tahan juga.

"Mari kita bersabar, menginstrospeksi diri, saling mengingatkan. Jadi menangani pandemi harus sama-sama, gotong-royong. Jadi, tidak ada kegiatan yang dilarang tapi dibatasi. Selama masih bisa berkegiatan dengan pembatasan, saya yakin bisa memutus mata rantai penularan COVID-19," kata dia.

Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat, kasus harian sembuh per Rabu, 6 Januari 2021, bertambah sebanyak 6.767 orang. Dengan demikian, total sementara pasien sembuh dari COVID-19 sejauh ini sudah mencapai 652.513 orang.

Sementara itu, untuk jumlah kasus positif harian per hari itu tercatat bertambah sebanyak 8.854 kasus, sehingga total secara keseluruhan menjadi 788.402 kasus.

Kemudian, untuk kasus pasien COVID-19 yang meninggal, per hari itu telah bertambah sebanyak 187 orang. Dengan penambahan tersebut, total sementara pasien meninggal seluruhnya menjadi 23.296 orang. (art)