Doni Monardo: Perlu Dipertimbangkan Insentif Petugas Lab Pemeriksa Spesimen COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyampaikan, perlu dipertimbangkan pemberian insentif untuk petugas laboratorium pemeriksa spesimen COVID-19. Berkat kerja keras dari petugas lab, pemeriksaan spesimen COVID-19 dapat terus berjalan.

"Tentunya juga kesejahteraan para petugas lab ya. Mungkin ke depan, perlu dipikirkan dan dipertimbangkan untuk pemberian insentif kepada mereka," tutur Doni saat sesi virtual Seminar Nasional XVII PERSI dan Seminar Tahunan XIV Patient Safety, ditulis Minggu (1/11/2020).

Arahan pemberian insentif untuk petugas lab pemeriksa spesimen COVID-19 berasal dari Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan. Arahan lain, pemeriksaan spesimen harus tepat sasaran.

"Saya sudah rapat dengan Bapak Menko Marves, Pak Luhut. Beliau mengingatkan, supaya bukan hanya jumlah (pemeriksaan spesimen) saja yang banyak, tetapi tepat sasaran," lanjut Doni.

"Pada minggu ke-2 dan ke-3 Oktober ini, rata-rata bisa mencapai di atas 45 pemeriksaan spesimen per hari. Kita berada pada posisi yang sudah cukup bagus, yaitu angka di posisi 82,51 persen dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang harus memeriksa 270.000 spesimen COVID-19 per minggu."

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Peningkatan Jumlah Lab Pemeriksa Spesimen

Tim  medis  melakukan pemeriksaan hasil PCR COVID-19 di  Laboratorium Container (lab Con) COVID-19 RSKD Duren Sawit, Jakarta, Kamis (18/6/2020). (merdeka.com/Imam Buhori)
Tim medis melakukan pemeriksaan hasil PCR COVID-19 di Laboratorium Container (lab Con) COVID-19 RSKD Duren Sawit, Jakarta, Kamis (18/6/2020). (merdeka.com/Imam Buhori)

Seiring waktu ada upaya peningkatan jumlah lab pemeriksa spesimen di Tanah Air. Lab pemeriksa spesimen pun tak hanya dari Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan, melainkan lab milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama, rumah sakit, hingga lab Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kita harus akui, pada awalnya hanya memiliki satu laboratorium pemeriksa spesimen COVID-19, yaitu Balitbangkes Kemenkes. Kemudian berjalannya waktu, Bapak Menteri Kesehatan dan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ada penambahan lab," tambah Doni.

"Jadi, lab pemeriksa spesimen ada di bawah Kemendikbud, rumah sakit, perguruan tinggi. Lalu ada lab milik Kementerian Pertanian, lab di bawah Kementerian Agama, dan di bawah BPOM. Ada juga dibawah unsur TNI Polri di daerah juga lab punya BUMN dan swasta."

Data Satgas COVID-19 per 31 Oktober 2020, jumlah lab jejaring pemeriksa spesimen COVID-19 di seluruh Indonesia sebanyak 426 lab jejaring. Rincian lab yang aktif, yakni 3017 lab pemeriksa RT-PCR, 81 lab Tes Cepat Molekuler (TCM), dan 38 lab RT-PCR juga TCM.

Total akumulatif spesimen hingga kemarin sebanyak 4.517.739 spesimen yang diperiksa. Dari jumlah tersebut, 4.434.810 spesimen diperiksa dari lab RT PCR dan 82.929 spesimen yang diperiksa di lab TCM.

Infografis Target Uji Spesimen Corona 20 Ribu per Hari

Infografis Target Uji Spesimen Corona 20 Ribu per Hari. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Target Uji Spesimen Corona 20 Ribu per Hari. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: