Doni Monardo Wanti-Wanti Potensi Gelombang Kedua Mudik Usai Larangan Berakhir

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Usai masa larangan mudik Lebaran 2021 berakhir, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mewanti-wanti potensi gelombang kedua mudik. Padahal, Pemerintah sudah mengeluarkan larangan mudik 6-17 Mei 2021, yang kemudian dilanjutkan pasca Lebaran 18-24 Mei 2021.

"Dengan berakhirnya larangan mudik, maka terdapat potensi terjadinya kegiatan mudik gelombang kedua. Masih ada sebagian besar warga berpotensi melakukan perjalanan ini," terang Doni saat memberikan arahan di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Adanya potensi kegiatan mudik gelombang dinilai dapat terjadi lonjakan COVID-19. Kepada seluruh daerah diimbau untuk memperhitungkan seluruh risiko yang terjadi akibat mobilitas warga yang besar, khususnya bagi daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah masing-masing.

"Satgas sudah berkordinasi secara nasional dengan seluruh pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan untuk memastikan, bahwa seluruhnya harus siap untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19," jelas Doni Monardo melalui keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com.

Dalam kunjungan ke RSD Wisma Atlet, Doni Monardo didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito, dan Ketua Tim Mitigasi Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) M. Adib Khumaidi. Kunjungan ke RSD Wisma Atlet guna memastikan kesiapan antisipasi lonjakan kasus COVID-19 pasca libur Lebaran 1442 H.

Antisipasi Lonjakan COVID-19 dengan Tingkatkan Testing

Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo memberikan arahan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Kamis (20/5/2021). (Tim Komunikasi Satgas COVID-19)
Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo memberikan arahan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Kamis (20/5/2021). (Tim Komunikasi Satgas COVID-19)

Untuk mengantisipasi potensi lonjakan COVID-19 pasca libur Lebaran 2021, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, salah satu upaya dengan meningkatkan pemeriksaan (testing).

Penting bagi pemerintah daerah menjaga kapasitas testing dan pemeriksaan laboratorium terus ditingkatkan agar selalu berada di atas standar WHO. Hal ini menilai, apakah penurunan kasus COVID-19 benar-benar terjadi atau tidak.

"Pastikan seluruh daerah memiliki fasilitas dan sumberdaya yang cukup untuk melakukan testing. Dan segera selesaikan apabila terdapat kendala atau membutuhkan bantuan," pungkas Wiku saat konferensi pers di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Kapasitas testing Indonesia terus ditingkatkan dan capaiannya dengan 9 minggu berturut-turut di atas standar WHO, yaitu 1:1.000 populasi per minggu. Dari capaian testing, data menunjukkan, dalam 13 minggu terakhir jumlah kasus positif COVID-19 memang menurun di tengah-tengah masyarakat, bukan disebabkan kapasitas testing yang rendah.

"Jika melihat perkembangan data testing dan kasus secara berdampingan, maka penurunan kasus yang terjadi selama 13 minggu ini bukan karena jumlah testing yang rendah. Kenyataannya, testing konsisten di atas standar WHO selama 9 minggu berturut-turut," lanjut Wiku.

Perkembangan data testing harian sempat menunjukkan penurunan drastis pada minggu ketiga Februari 2021, yaitu hanya mencapai 74,68 persen dari target WHO. Namun, pada minggu-minggu selanjutnya, kapasitas testing terus ditingkatkan dan secara konsisten berada di atas standar WHO dalam 9 minggu terakhir hingga Mei 2021.

Infografis 4 Tips Aman Hindari Covid-19 Saat Harus Mengantre

Infografis 4 Tips Aman Hindari Covid-19 Saat Harus Mengantre. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 4 Tips Aman Hindari Covid-19 Saat Harus Mengantre. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: