Donor Plasma Konvalesen, Wali Kota Depok: Jangan Khawatir

Agus Rahmat, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVAWali Kota Depok, Mohammad Idris akhirnya melakukan donor plasma konvalesen di Palang Merah Indonesia (PMI). Ia adalah salah satu penyintas COVID-19.

Langkah ini diyakini efektif untuk membantu kesembuhan pasien COVID-19. Salah satu syarat untuk melakukan hal tersebut adalah, pendonor merupakan penyintas atau mantan pasien COVID-19. Idris telah memenuhi kriteria tersebut.

Proses pengambilan plasma konvalesen berlangsung di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Depok, Jawa Barat pada Kamis, 28 Januari 2021. Idris mengaku tidak ada gejala apapun usai menjalani serangkaian proses pengambilan darah.

Baca juga: Batuk, Bupati Bekasi Batal Divaksin COVID-19

“Alhamdulillah saya tadi enggak ada apa-apa dan pusing juga enggak. Lancar lah,” katanya.

Idris juga mengimbau, agar masyarakat tidak perlu khawatir atau cemas berlebihan dengan donor plasma konvalesen ini.

Wali Kota yang kembali terpilih itu mengakui memang dirinya sempat dihantui rasa khawatir. Mengingat kondisi usianya yang tak lagi muda. Namun setelah donor, ia mengaku rasa cemasnya bisa diatasi.

“Jadi jangan khawatir. Kenapa jangan khawatir, saya juga sebelumnya khawatir. Saya khawatir terhadap diri saya karena bulan Juli ini, tahun ini, saya 60 tahun. Di antara persyaratan 60 tahun soalnya," katanya.

Sebelum donor, ia mengaku meminta untuk dilakukan rapid test, dan hasilnya reaktif. Artinya, kata dia, ada antibodi di dalam dirinya.

Untuk itu, ia berharap penyintas lainnya juga tidak perlu merasa khawatir untuk melakukan donor plasma konvalesen seperti yang dilakukannya.

“Saya berharap untuk bisa mendonorkan darahnya. Jadi jangan pernah khawatir lah karena apa, karena ini juga sudah rekomendasi dari ahlinya bahwa darah kita boleh untuk pendonor plasma,” katanya.