Dorong Inovasi Digital, PANDI Ajak Masyarakat Pakai Aplikasi S.ID dan U.ID

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengajak masyarakat menggunakan aplikasi S.ID dan U.ID, sebagai salah satu inovasi mempermudah masyarakat mengakses dunia digital.

Ajakan ini disampaikan pada acara Indonesia Digital Resilience Conference and Expo (ID-RES) di Yogyakarta, kemarin (25/8).

"Aplikasi U.ID sebuah layanan yang dapat digunakan pengguna untuk melakukan akses, autentikasi, dan otorisasi yang dikelola PANDI. Dengan U.ID, kami berharap semakin banyak layanan digital di Indonesia yang menggunakan U.ID sebagai Single Sign On," kata Kepala Operator Registri PANDI Dwi Widiastuti, dalam rilisnya, Selasa (30/8).

Dwi Widiastuti menjelaskan kegiatan ID-RES digelar selama 2 hari pada 24-25 Agustus lalu. ID-RES diisi berbagai konferensi dan beragam talkshow dengan topik menarik terkait dunia digital, peluncuran PANDI Institute, dan lain-lain.

"Selain itu, untuk meningkatkan inovasi pemanfaatan U.ID, PANDI menyelenggarakan kompetisi pemanfaatan U.ID atau hackhaton U.ID yang presentasi dan penjuriannya dilakukan saat ID-RES berlangsung," jelas Dwi.

Selanjutnya COO PT Aidi Digital Indonesia M Shidiq Purnama, pada sesi talkshow Digital Marketing Tools, membeberkan data terkait prospek ekonomi digital yang sangat besar di Indonesia. Maka itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi S.ID.

Berdasarkan riset We Are Social dan Kepios, sebanyak 40,3 persen pengguna internet mengetahui merek satu produk dari mesin pencarian dan 35,7 persen dari iklan media sosial.

"Oleh karena itu, PT Aidi Digital Indonesia mengajak masyarakat khususnya para pelaku bisnis untuk menggunakan salah satu platform Digital Marketing Tools, yaitu S.ID. Platform ini menawarkan suatu microsite yang bisa menjadi wadah untuk menggabungkan beberapa tautan dari berbagai marketplace/media sosial dalam satu link di S.ID," paparnya.

Teknologi dan Kedaulatan Internet di RI

pandi gelar konferensi dan expo ketahanan digital id res di yogyakarta pada 24 25 agustus
pandi gelar konferensi dan expo ketahanan digital id res di yogyakarta pada 24 25 agustus

©2022 Merdeka.com

ID-RES juga menggelar talkshow menarik dengan topik Living with Technologies. Narasumber Basuki Suhardiman dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan pentingnya seluruh elemen masyarakat untuk memiliki kemampuan hidup berdampingan dengan teknologi.

“Kita semua harus berkolaborasi untuk menanamkan pendidikan teknologi harus diajarkan sejak dini agar SDM kita siap hidup dengan teknologi dan tidak tertinggal dengan negara-negara lain,” ujar Basuki

Pada talkshow "Inovasi Teknologi dan Bisnis Digital", Direktur Utama Allo Bank Indra Utoyo kembali menekankan pentingnya adaptasi terus-menerus dengan perkembangan teknologi.

"Sebab kolaborasi dengan seluruh pihak perlu dilakukan agar suatu bisnis digital dapat menciptakan ekosistem yang mampu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen yang selalu dinamis,” terangnya.

Pada kesempatan sama, Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf RI, mengutarakan prospek ekonomi digital di Indonesia yang sangat menjanjikan. Perkembangan ekonomi digital di Indonesia saat ini merupakan peluang sangat besar bagi UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia.

Sementara saat sesi talkshow Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pengembangan Media Pembelajaran, Wijaya Kusumah dari Komunitas Satu Guru, berpendapat teknologi saat ini juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Teknologi digital sangat bermanfaat untuk pengembangan media pembelajaran. Salah satunya di komunitas Satu Guru, kami dapat membuat suatu buku digital/antologi dari hasil menulis secara kolaboratif kepada para siswa di blog,” ucapnya.

Soal kualitas pendidikan, Arif Budianto selaku Filolog Aksara Jawa di sesi talkshow Meningkatkan Eksistensi Budaya Nusantara dalam Ekosistem Digital, menegaskan teknologi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan eksistensi budaya nusantara khususnya aksara-aksara daerah.

“Kita dapat membangun infrastruktur dan memanfaatkan ekosistem digital untuk mempermudah masyarakat mempelajari aksara-aksara daerah, sehingga aksara-aksara Indonesia ini dapat diteruskan oleh para generasi muda,” ujar Arif.

Sesi terakhir tentang Perlindungan Data Pribadi. Nur Achmadi Salmawan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan pentingnya semua pihak berkolaborasi untuk menguatkan pengamanan data pribadi. Sebab kolaborasi penguatan keamanan perlindungan data pribadi di era sekarang termasuk pada laman berdomain .ID sangatlah penting. Ini dapat melalui penyusunan regulasi, audit, edukasi, literasi, dan lain-lain.

Dan menutup seluruh rangkaian talkshow, Dwi Widiastuti, Kepala Operator Registri PANDI, berharap terhadap dampak dari kegiatan ID-RES kali ini.

“Harapannya dengan kegiatan ID-RES, diskusi dan masukkan dari publik, kita semua dapat bersama-sama mengembangkan dunia digital di Indonesia agar dapat memberikan lebih banyak manfaat positif bagi para penggunanya sehingga kedaulatan internet di Indonesia dapat bersama-sama kita raih,” pungkas Dwi. [sya]