Dorong Transisi Menuju Energi Bersih, Dua SPBG Diresmikan di Semarang

Merdeka.com - Merdeka.com - Dirjen Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji meresmikan dua stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di Kota Semarang, Jawa Tengah, yakni Penggaron dan Mangkang. Ini dlakukan sebagai upaya pemerintah mendorong transisi menuju energi bersih yang ramah lingkungan.

"Pemanfaatan bahan bakar gas (BBG) dapat menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik, mengurangi impor, dan menurunkan nilai subsidi BBM," katanya saat peresmian kedua SPBG tersebut di SPBG Penggaron, Kelurahan Plamongan Sari, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Menurut dia, beroperasinya SPBG ini merupakan bagian dari pemanfaatan dan perluasan gas bumi menuju Kota Semarang yang ramah lingkungan. Sebelumnya pada 2021, pemerintah telah meresmikan SPBG Kaligawe. Tutuka mengatakan Presidensi G20 Indonesia fokus pada tiga sektor, salah satunya adalah transisi energi berkelanjutan.

"Presidensi Indonesia mendorong transisi energi menuju energi yang bersih dan ramah lingkungan dengan mengedepankan keamanan ketersediaan energi, aksesibilitas, dan keterjangkauan," ujarnya.

Gas layak menjadi energi transisi menuju energi bersih karena ketersediaannya mencukupi, selain juga perlunya diversifikasi ke bahan bakar ramah lingkungan dan keekonomian yang terjangkau.

Saat ini telah terbangun sebanyak 57 SPBG/MRU di beberapa wilayah Indonesia yang tidak semuanya dapat terutilisasi dengan baik karena rendahnya pengguna kendaraan BBG, sehingga merupakan potensi bagi kendaraan besar dilakukan diversifikasi dari BBM ke BBG.

Tutuka menambahkan salah satu inisiatif Kementerian ESDM terkait pemanfaatan BBG untuk transportasi jalan tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 47.K/HK.04/MEM.M/2021 tentang Peta Jalan (Roadmap) Pemanfaatan Bahan Bakar Gas Untuk Transportasi Jalan.

Pembangunan dan pengoperasian tiga SPBG di Semarang merupakan bentuk komitmen dan kerja sama dari Kementerian ESDM, Pertamina Group, dan Pemkot Semarang untuk menginisiasi terciptanya ekosistem kota yang ramah lingkungan. "Saat ini, sudah ada SPBG Kaligawe (diresmikan pada 2021), lalu SPBG Mangkang dan Penggaron siap dioperasikan," kata Tutuka.

SPBG Kaligawe yang juga berfungsi sebagai mother station, berkapasitas satu MMSCFD atau 30.000 lsp per hari dengan harga jual Rp4.500 per lsp.

Sementara Penggaron dan Mangkang masing-masing berkapasitas 0,5 MMSCFD atau 20.000 lsp. SPBG Mangkang telah selesai dimodifikasi dari online station menjadi daugther station.

Sedangkan, SPBG Penggaron dibangun sebagai daughter station. Ketiga SPBG itu rencananya dioperasikan Subholding Gas Pertamina PT PGN Tbk.

Menurut Tutuka, pemerintah mengapresiasi Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang yang kooperatif merealisasikan perluasan pemanfaatan BBG, serta Pertamina dan Subholding Gas PGN beserta afiliasinya yang berkomitmen menyediakan gas.

"Pemerintah berharap komitmen tersebut adalah langkah awal yang akan diikuti dengan kerja sama lainnya untuk pemanfaatan dan perluasan penggunaan gas bumi demi terwujudnya Kota Semarang yang ramah lingkungan. Kerja sama ini diharapkan dapat diikuti oleh daerah-daerah lain, sehingga sasaran Kebijakan Energi Nasional dapat kita wujudkan bersama," katanya.

Dukung Energi Ramah Lingkungan

Sementara, Sekjen DEN Djoko Siswanto mengatakan pengoperasian SPBG sesuai dengan komitmen Indonesia mendukung pengembangan energi ramah lingkungan.

"Bapak Presiden Joko Widodo telah menandatangani Paris Agreement pada 2016, di mana Indonesia berkomitmen mengurangi gas rumah kaca. Pada COP Glaslow disepakati Indonesia akan mencapai net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. Ini merupakan bagian dari upaya tersebut," katanya.

Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah menjadikan Jawa Tengah menuju kemandirian energi.

"Kami siap mendukung upaya pemanfaatan dan pengembangan gas bumi di Jateng. Harapannya, Jateng dapat menjadi role model daerah menuju kemandirian energi," ujarnya.

CEO Subholding Gas Pertamina PT PGN Tbk, M Haryo Yunianto menyampaikan kesiapannya mengoperasikan ketiga SPBG tersebut.

"Subholding Gas siap mengoperasikan SPBG Mangkang, Penggaron, serta Kaligawe untuk mendukung program konversi BBM ke BBG. Jika pemanfaatan gas bumi di Semarang berjalan optimum, maka Semarang bisa menjadi role model pemanfaatan gas bumi bagi daerah-daerah lain," ujarnya. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel