Dorong UMKM Tanah Air Naik Kelas, BRI Luncurkan Platform Link UMKM

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Peranan Lembaga Keuangan Mikro atau LKM menjadi sangat penting untuk memulihkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi, terlebih di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Sebagai lembaga keuangan yang menjadi pelopor Program Microfinance di Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus berupaya untuk selalu merawat dan mengembangkan kondisi industri keuangan mikro. Salah satu upaya BRI adalah dengan meluncurkan Link UMKM, sebuah platform online yang dapat membawa UMKM naik melalui rangkaian program pemberdayaan terpadu.

Dengan bergabung bersama Link UMKM, para pelaku UMKM bisa mendapatkan 4 keuntungan:

1. Update Informasi

2. Pakai menu pelatihan, konsultasi dan literasi keuangan untuk mengembangkan usaha.

3. Bisa mempromosikan produk di etalase digital

4. Bisa bergabung ke dalam komunitas untuk memperluas jaringan usaha.

Cara bergabung Link UMKM sangat mudah, cukup registrasi melalui linkumkm.id melalui website maupun aplikasi Link UMKM.

Setelah terdaftar akan mendapatkan kartu anggota dengan QR Code.

UMKM di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan platform tersebut untuk tampil bersama UMKM Pedia, menggunakan menu pelatihan dan konsultasi untuk mengembangkan usaha, memperkaya diri dengan UMKM Pedia, bergabung di komunitas untuk memperluas jaringan kerja dan menampilkan produksinya di Etalase UMKM.

Untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan, setiap UMKM akan dievaluasi menggunakan aplikasi skoring UMKM naik kelas, agar sesuai kebutuhan dan profil usahanya.

Peluncuran linkumkm.id secara resmi berlangsung dalam acara BRI Microfinance Outlook 2021 “Adapting Through Innovation & Synergy” yang digelar April 2020 lalu. BRI Microfinance Outlook 2021 merupakan salah satu wadah dan bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah ketidakpastian ekonomi.

Data Kemenkop UKM per 2018 menunjukkan, jumlah pelaku usaha mikro di Indonesia ada sekitar 62 juta. Kemudian, ada 757 ribu pelaku usaha kecil, 58,6 ribu usaha menengah, dan 5,5 ribu korporasi. Kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai lebih dari 62 persen, setara dengan Rp 8.000 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan dukungan BRI terhadap UMKM tidak akan berkurang, terlebih berdasarkan data terkini semakin terlihat bahwa peran UMKM begitu besar terhadap perekonomian nasional.

Bagi UMKM Binaan BUMN maupun UMKM umum segera bergabung dan kembangkan usahamu di Link UMKM dengan kunjungi website linkumkm.id atau download aplikasi Link UMKM.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel