Dory Harsa, penabuh kendang Didi Kempot yang sedang diperbincangkan

Alviansyah Pasaribu

Dory Haryanto Saputra atau yang dikenal sebagai Dory Harsa adalah penabuh kendang Didi Kempot.

Nama Dory Harsa melambung sejalan dengan popularitas Didi Kempot yang kembali bersinar belakangan ini. Dory juga akan mewarnai konser “The Lord of Loro Ati” yang akan diselenggarakan pada 6 Desember 2019 di The Pallas, SCBD, Jakarta Selatan.

Dory menjadi viral di kalangan Sobat Ambyar karena sosok yang rupawan dan juga keahliannya dalam memaikan kendang.

"Saya ingin terus belajar dan berkarya. Sekarang saya sedang mendaur ulang lagu-lagu Didi Kempot agar dapat ikut serta melestarikan musik Jawa," kata Dory dalam siaran pers.

Pria yang tak mau cuma dianggap modal tampang itu kerap menggunakan basa krama alus untuk memotivasi kaum muda agar bangga dengan budaya dan bahasa Jawa.

Pria 27 tahun ini sudah menjadi bagian dari konser–konser Didi kempot sejak ia duduk di bangku SMA. Pada saat mengawali karirnya, Dory adalah pemain drum, dan di posisi kendang dipegang oleh ayahnya.

Bakat seni menurun dari orangtuanya. Ibunya adalah penyanyi campursari, dan ayahnya adalah pemain kendang senior di beberapa orkes dangdut serta pengiring musik dari Didi Kempot sejak dahulu.

Semenjak ayahnya pensiun di dunia musik karena kondisi kesehatannya, Dory menggantikan posisinya sebagai pemain musik inti pengiring Didi Kempot yang tergabung dalam Lare Jawi. Dory juga sudah banyak mengisi acara-acara dan sempat mengiringi kakak kandung Didi Kempot, musisi campur sari pencipta lagu “Joko Lelur” (alm) Sentot Selino.

Dory Harsa juga sempat menjadi tukang ojek untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, karena harus menjadi tulang punggung keluarga. Namun akhirnya ia memilih meneruskan jejak sang ayah dan menjadi bagian dari tim Didi Kempot.

Konsistensi dan kecintaannya pada seni budaya akhirnya membuahkan hasil dan membuatnya semakin dikenal seiring dengan melambungnya nama Sang Maestro Campursari, Didi Kempot.

Baca juga: Siap ambyar? Didi Kempot konser lagi bulan depan

Baca juga: Pendapat Mondo Gascaro soal fenomena Sobat Ambyar

Baca juga: Synchronize Festival fasilitasi musik tradisional melalui Didi Kempot