Dosen FTUI raih penghargaan internasional di Belgia

Dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Prof. Dr. Ir. Gandjar Kiswanto, M.Eng. meraih penghargaan dari The O&J Péters Grant for Development Cooperation 2022, yang diberikan saat berlangsungnya World Congress of Micro and Nano Manufacturing 2022 di Leuven, Belgia.

"Capaian ini memotivasi saya untuk berkarya dan menghasilkan penelitian yang lebih baik lagi dan memberikan dampak internasional. Semoga saya berusia panjang, sehat walafiat, berkah serta dapat terus melaksanakan penelitian dan berkarya untuk menghasilkan sesuatu yang memiliki dampak positif bagi masyarakat, UI, Indonesia, dan internasional," kata Prof. Gandjar dalam keterangannya, Sabtu.

Pencapaian Prof. Gandjar ini berkat penelitian yang telah dilakukannya (past research achievements) memenuhi kriteria O&J Peters Foundation.

Lembaga tersebut didirikan pada 1986, setelah penganugerahan Georg Schlesinger Award yang bergengsi kepada Profesor Jacques Péters oleh Senat Negara Federal Berlin. The O&J Péters Grant berfokus pada beberapa bidang, antara lain sistem manufaktur, metrologi dimensi, rekayasa presisi, manajemen produksi, mekatronik, robotika, teknologi medis, dan produksi berkelanjutan.

Baca juga: The WUR 2023 nilai FT-UI kampus teknik terbaik di Indonesia

Baca juga: UI jadi tuan rumah kongres komunitas bioteknologi Asia di Bali

Ada tiga kategori dalam The O&J Péters Grant. Pertama, beasiswa postdoc untuk penelitian di KU Leuven, selama 3–12 bulan.

Kedua, dukungan keuangan untuk proyek penelitian atau pendidikan di negara berkembang yang didukung oleh Departemen Teknik Mesin KU Leuven. Ketiga, hibah kepada akademisi muda di negara berkembang, dengan gelar Ph.D. dari KU Leuven. Dari ketiga kategori tersebut, Prof. Gandjar berhasil meraih kategori kedua.

Kategori ini dicapai berkat dipenuhinya kriteria excellent past research achievement. Salah satu riset yang membawa Prof. Gandjar meraih penghargaan ini adalah pengembangan dan pembuatan mesin 5-Axis Micro Milling yang dilakukan bersama mahasiswa.

Mesin ini memiliki tingkat akurasi dan presisi setara dengan produk yang dihasilkan oleh industri terkenal. Keunggulannya, Prof. Gandjar dan tim mampu menghasilkan produk dengan kualitas tinggi, namun dengan harga yang jauh lebih murah, yakni sekitar 1/10 atau bahkan lebih.*

Baca juga: Mahasiswa UI sabet medali emas hasil inovasi atasi krisis air Jakarta

Baca juga: Mahasiswa UI raih juara ASHRAE 2022