Dosen UK Nyaris Bakar Diri

TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN -- Aksi protes yang dilakukan seorang dosen Universitas Karimun (UK), Fitra Taufik, nyaris saja menghilangkan nyawanya. Pasalnya, ia berniat melakukan aksi bakar diri di kampus induk UK, Jalan Canggai Putri, Kelurahan Teluk Uma, Senin (18/2/2013) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB. Untung saja, aksi nekat Fitra urung dilakukan lantaran ia mendapat bujukan langsung dari Kapolres Karimun, AKBP Dwi Suryo Cahyono.

"Saya sudah siap siap tapi Kapolres melarang, beliau turun langsung menemui saya tadi pagi di sini. Sebenarnya bukan itu intinya tapi saya ingin menyelesaikan permasalahan di kampus yang ada," ujar Fitra Taufik usai menggelar pertemuan singkat dengan rekan rekannya di kampus UK kemarin.
     
Meski berterimakasih atas pandangan yang diberikan Kapolres Karimun kepadanya, namun masih suatu hal yang membuat Fitra kurang puas yakni terkait tidak jadinya orasi demo olehnya di kampus induk UK tersebut.
     
"Tadi langsung dibawa masuk bertemu dengan beberapa kawan kawan di UK, pertemuan itu bukan apa apa karena kami kami saja, sementara rektor dan yayasan tidak ada di tempat," kata Fitra.
     
Namun begitu, ia mengaku tidak akan mundur dalam menyuarakan aspirasinya demi kebaikan UK ke depannya. Dalam waktu dekat, Fitra mengaku dirinya siap menggelar pertemuan langsung dengan pihak kampus dan Yayasan 7 Juli yang membawahi UK.
     
"Nanti katanya mau rapat besar, semuanya coba dihadirkan, kita tunggu saja. Tadi itu cuma pertemuan antara kami kami saja," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan dosen Ilmu Administrasi Negara UK tersebut, banyak persoalan yang tengah melanda UK yang membuat dirinya nekad menggelar aksi demo sendiri. Fitra menuding UK saat ini berjalan tanpa aturan, rektor dan Yayasan 7 Juli terkesan jalan sendiri sendiri. Akibatnya, mahasiswa yang menjadi korban. Sayangnya, permasalahan itu selama ini, dinilai Fitra tidak pernah mendapat perhatian dari pihak kampus dan Yayasan 7 Juli.
     
Sebagai contoh kata Fitra terkait rangkap jabatan. Pembantu Rektor I sekaligus merangkap sebagai Dekan Ekonomi. Selanjutnya tata kelola keuangan, Rektor yang pakai dana, Rektor yang mempertanggjawabkan dan Rektor juga yang buat laporan.
     
"Kita paham kampus ini miskin tapi bukan harus seperti itu, sampai rangkap rangkap jabatan, laporan keuangan ditangani satu pihak, rektor yang pakai, rektor yang pertanggungjawabkan, rektor pula yang membuat laporan, aturan macam apa itu," kata Fitra kesal.
     
Ia juga mempermasalahkan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (Kunkerta) bersama mahasiswa perguruan tinggi asal Malaysia beberapa waktu lalu. FItra menduga Kunkerta tersebut ilegal dan menyalahi aturan. "Coba tanyakan ke pihak kepolisian, ada tidak laporannya, tanyakan juga ada tidak izin dari kementerian, tidak," katanya semangat.
     
Belum ada keterangan resmi baik dari pihak kampus maupun dari Yayasan 7 Juli terkait tuntutan Fitra Taufik kemarin. Rektor UK, Abdul Latief tidak berada di kampus UK, saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya dan sebuah pesan singkat elektronik (SMS) yang Tribun layangkan tak dibalas. (Tribun Batam/yah)

Baca juga:

  • Lampung Utara Aman dari Bencana Alam
  • Warga Jerman Tertarik Tambak Udang Windu Lamsel
  • Warga Jateng dan Sumut DPO Satlantas Polres Bangka
  • Diperkosa Lalu Dikawini Paksa


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.