Dosen Unismuh kembangkan E-Modul KBBL hibah Kemendikbudristek

Tim Dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengembangkan E-modul Keterampilan Berbicara Budaya Lokal (KBBL) berbasis android yang merupakan Hibah Penelitian dari Kemdikbudristek.

Ketua Tim Penelitian Prof Munirah di Makassar, Selasa, mengatakan program hibah penelitian tersebut berupa buku ber-ISBN, panduan modul ber-eISSN, sertifikat HKI Program Komputer E-Modul-KBBL, dan artikel yang telah dalam proses review pada Jurnal Internasional Scopus.

“Untuk jurnal Internasional Scopus sudah submit, dan sementara proses review” kata Munirah, yang saat ini merupakan Ketua Prodi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Unismuh Makassar.

Selain Munirah, tim penelitian ini juga beranggotakan Dr Syaharuddin, dan Akram Budiman Yusuf MPd. Semua anggota tim merupakan dosen PBSI Unismuh Makassar.

Baca juga: Mahasiswa Unismuh Makassar ikuti magang internasional di Thailand

Baca juga: PP Muhammadiyah dorong sarjana Unismuh berinovasi

Ia menjelaskan, program e-modul itu telah diujicobakan kepada mahasiswa di tiga kampus, yaitu PBSI Unismuh Makassar, Universitas Cokroaminoto Palopo, dan UKI Toraja.

Tujuan e-modul tersebut, untuk membantu kesulitan mahasiswa dalam keterampilan berbicara dan menerapkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia.

“Manfaat yang dapat diperoleh oleh mahasiswa yaitu mendapat wawasan keterampilan berbicara. Alhamdulillah, e-modul ini mendapat respon baik dari para mahasiswa,” ujarnya Munirah.


Secara khusus, kata Munirah, modul ini bertujuan agar setelah proses pembelajaran, mahasiswa mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berbicara di depan umum, yang diintegrasikan dengan budaya lokal Sulsel.

E-modul ini dilengkapi dengan beberapa fitur. Terdapat tampilan Pendahuluan untuk membaca latar belakang dan tujuan modul keterampilan berbicara budaya lokal.

“Ada juga fitur untuk melihat sub-materi keterampilan berbicara, Lembar Kerja Mahasiswa, serta tampilan kuis untuk membantu meningkatkan pengetahuan mengenai keterampilan berbicara budaya lokal,” papar Munirah.

Ia menambahkan, penggunaan aplikasi android untuk proses pembelajaran sangat tepat karena generasi muda yang sangat aktif berinteraksi dengan gawai.*

Baca juga: Pakar telemedisin Italia berbagi ilmu di FKIK Unismuh Makassar

Baca juga: Tim akreditasi internasional siap uji FKIK Unismuh Makassar