Dovizioso Bertekad Beri Kado Perpisahan Manis kepada Ducati

Muhamad Fadli
·Bacaan 2 menit

Pada awal tahun ini, pembalap Italia itu difavoritkan sebagai peraih gelar juara dunia. Terlebih, pesaing beratnya, Marc Marquez, absen panjang karena cedera.

Namun, Desmosedici GP20 yang ternyata tak cocok dengan ban belakang baru Michelin, membuatnya gagal memaksimalkan kesempatan itu.

Sejauh ini, Dovizioso hanya mampu mencatatkan dua podium, termasuk satu kemenangan di Austria. Selain itu, ia juga baru dua kali menyelesaikan balapan di lima besar.

Rider itu kesulitan menemukan bentuk terbaiknya, bahkan ia meminta kepada Ducati untuk mengubah cara kerja GP20 agar sesuai dengan karakter ban baru.

Sempat memimpin klasemen setelah menaklukkan MotoGP Austria, kini ia terpuruk ke urutan kedelapan dengan 125 poin.

Namun, secara matematis dirinya masih berpeluang menyelesaikan musim ini sebagai runner-up. Pasalnya, ia hanya berjarak 17 poin dari Franco Morbidelli yang sementara menempati peringkat kedua.

Oleh karena itu, Dovizioso bertekad memberikan kado perpisahan terbaik bagi Ducati yang telah mempercayainya sejak 2013 lalu.

“Saya sangat bersemangat untuk kembali ke trek pada akhir pekan ini di Portimao. Meski akan sulit, kami masih bisa memperjuangkan posisi kedua atau ketiga di klasemen,” kata Dovizioso kepada Ducati.com.

“Akan sangat menyenangkan bisa mengakhiri petualangan saya bersama Ducati dan musim yang sulit ini dengan mencapai tujuan tersebut."

Pria kelahiran Forlimpopoli, Italia, mengakhiri kerja sama dengan pabrikan itu karena tak menemukan kesepakatan saat negosiasi perpanjangan kontrak. Nominal gaji yang diberikan Ducati dalam kontrak baru dikabarkan menjadi salah satu hal yang membuatnya memutuskan rehat selama semusim.

Baca Juga:

Jadwal MotoGP Portugal 2020 Akhir Pekan Ini Rivalitas Satu Tim Jadi Kunci Sukses Suzuki

Selama masih dinaungi kontrak, ia merasa masih memiliki tanggung jawab besar membawa tim mencapai tujuannya dan meningkatkan performa GP20.

“Ini akan menjadi balapan terakhir saya dengan motor Desmosedici GP, dan pastinya ini akan sangat menyentuh,” ujarnya.

“Kami akan balapan di sirkuit yang baru untuk MotoGP, dan ini akan membuat akhir pekan terasa lebih spesial. Saya berharap ini akan menyenangkan!”

Pria 34 tahun itu menegaskan bakal berusaha menjaga mentalitasnya yang sempat menurun karena serangkaian hasil buruk.

Berada di trek yang asing diyakini dapat memberikan persaingan ketat karena setiap tim tak memiliki banyak data tentang Sirkuit Algarve.