Dovizioso Lempar Handuk dalam Perburuan Gelar Juara Dunia MotoGP

Zulfikar Husein
·Bacaan 2 menit

VIVA –Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, memastikan lempar handuk dalam perburuan meraih gelar juara dunia MotoGP musim ini. Dovizioso menilai, peluang dirinya untuk menjuarai MotoGP 2020 sudah tertutup meski masih ada tiga seri lagi.

Secara matematis, peluang Dovizioso sebenarnya masih cukup terbuka. Pembalap asal Italia itu kini berada di perungkat kelima klasemen sementara pembalap MotoGP 2020 dengan perolehan 109 poin.

Baca Juga: Klasemen Sementara Pembalap MotoGP 2020, Joan Mir Masih di Puncak

Dovizioso untuk sementara tertinggal 28 poin dari pemuncak klasemen, yakni pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir. Dovizioso gagal memangkas jarak poin dengan Joan Mir karena hanya bisa finis di urutan ke-13 pada balapan MotoGP Teruel, akhir pekan kemarin.

Di sisi lain, Joan Mir teris menjaga konsistensinya dengan meraih 16 poin setelah finis di urutan ketiga pada MotoGP Teruel. Melihat performa di MotoGP Teruel, Dovizios pesimistis masih bisa bersaing dalam perburuan gelar juara dunia musim ini.

"Saya pikir peluang kami untuk menjadi juara dunia musim ini hampir tidak ada. Dengan kecepatan yang kami punya sekarang, kami tidak bisa bersaing," ujar Dovizioso, seperti dikutip Tuttomotoriweb, Senin 26 Oktober 2020.

"Kami sedang dalam situasi yang buruk karena tidak ada lagi sumber daya yang bisa diandalkan. Itu adalah realita," ucapnya.

Selanjutnya, Dovizioso dan pembalap lainnua akan bersiap menghadapi dua seri yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia. MotoGP Eropa akan digelar terlebih dahulu pada 8 November 2020, dilanjutkan dengan MotoGP Valencia satu pekan kemudian.

Baca Juga: Hasil MotoGP Teruel: Morbidelli Tercepat, Duo Suzuki Raih Podium

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di Valencia. Namun, kami tidak akan datang dengan ke sana ddengan keyakinan yang bisa mengatasi situasi buruk ini," katanya.

"Kami akan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Kami akan menghadapi dua balapan pada awal November 2020 dan segala sesuatu bisa terjadi di sana," tutur pembalap berusia 34 tahun tersebut.