Dow Chemical Thailand Buka Suara soal Temuan BPOM Produk Pelarut ada Etilen Glikol

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries diduga melakukan tindak pidana karena mengedarkan obat berbahan baku Propilen Glikol yang tercemar Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). Obat tersebut yang diduga menjadi pemicu gagal ginjal akut anak-anak.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan kedua perusahaan itu menggunakan bahan baku berasal dari Thailand.

"Produsen disampaikan Dow Chemical Thailand tapi jalurnya dari Thailand. Jadi dari Thailand," ujar Kepala BPOM Penny Lukito saat jumpa pers daring di Jakarta, Senin (31/10).

Merespons hal tersebut, Presiden Direktur Dow Indonesia Riswan Sipayung memastikan tidak menemukan nama prusahaan yang disebutkan BPOM dalam daftar pelanggannya.

"Setelah memperoleh informasi dari BPOM, Dow segera mengambil tindakan untuk bekerja sama dengan BPOM dan memberikan semua data dan informasi yang kami miliki kepada BPOM," kata Riswan dalam keterangan resminya diterima merdeka.com, Selasa (1/11).

"Selain itu, Dow juga melakukan penyelidikan internal secara menyeluruh dan kami tidak menemukan nama perusahaan yang disebutkan oleh BPOM dalam daftar pelanggan kami," sambungnya.

Riswan memastikan Propilen Glikol (PG USP) yang dipasok oleh Dow dalam bentuk
tersegel tidak mengandung EG dan DEG.

"Hasil analisis secara rinci dan dokumen-dokumen terkait yang diminta telah kami serahkan kepada BPOM," katanya.

Riswan menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung penuh dan bekerja sama dengan BPOM, serta siap untuk melakukan semua tes dibutuhkan terhadap produk-produk yang dimiliki.

"Dow senantiasa mematuhi semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di manapun kami beroperasi, termasuk Indonesia, dan mendukung upaya pemerintah untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat," katanya. [rhm]