DPD RI ingatkan genjot produksi lokal, jangan hanya fokus konsumsi

·Bacaan 1 menit

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) mendorong Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menggenjot sektor produksi untuk pemulihan ekonomi lokal setelah pandemi COVID-19.

"Jadi yang perlu dipacu adalah sektor produksinya karena akan menimbulkan efek berantai yang berguling dan berkali-kali," kata Anggota Komite IV DPD RI Darmasnyah Husein usai menghadiri diskusi pengawasan pelaksanaan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada sektor perbankan daerah di Tanjung Pandan, Senin.

Menurut dia, pemerintah daerah (pemda) dalam upaya pemulihan ekonomi lokal diminta tidak hanya berfokus pada sektor konsumsi semata, namun harus juga diimbangi dengan penguatan sektor produksi.

"Karena selama ini kita hanya terfokus pada konsumsi seperti penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) pembelian ini dan pembelian itu hanya untuk sektor konsumsi saja," ujarnya.

Baca juga: Produksi gula turun, DPD minta pemerintah genjot produktivitas tebu

Padahal, kata dia, di samping itu pemerintah pusat menginginkan daerah dapat melakukan stimulus secara seimbang dalam hal pemulihan ekonomi yaitu sistem produksi dan sistem konsumsi.

"Memang dengan konsumsi ekonomi masyarakat naik, namun dengan produksinya tidak di sini maka perputaran uangnya di luar, dan sejauh ini serapan sektor konsumsi masih rendah misalnya untuk Bangka Belitung yang terkecil justru serapannya di sektor unggulan kita," katanya.

Ia menilai sejauh ini pemulihan ekonomi di Bangka Belitung setelah pandemi COVID-19 sudah cukup baik, namun ada beberapa hal yang memang harus disempurnakan lagi.

"Misalnya pemangkasan anggaran untuk alokasi kesehatan namun ternyata tidak bisa disamaratakan seperti itu ada pengalokasian lain," ujar Darmansyah.

Baca juga: Ketua DPD berharap pelaku usaha manfaatkan Rumah UMi untuk naik kelas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel