DPD RI minta perusahaan di Morowali Utara berdayakan pekerja lokal

·Bacaan 1 menit

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) Republik Indonesia minta agar Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Morut) bisa memberdayakan pekerja lokal saat kunjungan kerja di daerah itu.

Di sela-sela peninjauan di PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) yang didampingi Bupati Morut dr. Delis Julkarson Hehi, Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI Ahmad Nawardi meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di Morut agar mengutamakan pekerja lokal.

Baca juga: Tim SAR cari pekerja tambang nikel terseret longsor di Morowali Utara

"Pekerja lokal dari Sulteng utamanya warga asli Morut harus diberdayakan bukan hanya untuk dipekerjakan pada sektor yang tidak membutuhkan keahlian (skill) atau buruh kasar,"katanya.

Jika belum memiliki skill yang dibutuhkan oleh perusahaan, maka pihak perusahaan harus memberikan pelatihan kepada mereka sebelum siap dipekerjakan.

Baca juga: PLN upayakan secepatnya atasi pemadaman listrik di Morowali Utara

"Namun harus ada upaya untuk meningkatkan skill pekerja lokal melalui transfer knowledge sehingga ke depan pekerja lokal bisa mendapatkan posisi yang lebih baik di perusahaan,"ujarnya.

Sementara itu Bupati Morut dr. Delis dalam kesempatan tersebut menyatakan selain memberikan pelatihan skill kepada warga yang akan dipekerjakan, pihak perusahaan juga harus memiliki perencanaan yang matang terkait penangan limbah industri.

Baca juga: PT GNI buka penerimaan 11.000 tenaga kerja dan ditumakan warga Morut

Agar tidak merusak lingkungan terlebih merugikan masyarakat yang berada di sekitar lokasi perusahaan termasuk warga di Kabupaten Morut.

"Mulai hari ini pihak perusahaan sudah harus memiliki perencanaan yang matang tentang penanganan limbah industri agar kedepannya penambangan atau perindustrian yang hari ini menjadi ikon di Morut dapat dikenal sebagai industri yang ramah lingkungan,"ucapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel