DPD RI tegaskan Pemprov perhatikan fasilitas bidan di Maluku

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) dapil Maluku, Anna Latuconsina menyebutkan, pemerintah Provinsi Maluku kurang memperhatikan fasilitas bidan terutama bidan-bidan di pelosok-pelosok.

“Saya pernah turun ke Pulau Manipa, Kecamatan Seram Bagian Barat (SBB) terdapat bidan dengan peralatan yang sangat terbatas. Ada bidan yang punya peralatan, tapi sudah lama-lama jadi kalau bisa harus ada yang baru lagi lah, diperbaharui. Jadi bidan juga bsia menolong masyarkat memperoleh pelayanan yang baik,” kata Anna Latuconsina, kepada ANTARA di Ambon, Kamis.

Baca juga: Maluku Utara siap tempatkan bidan di setiap desa

Ia mengatakan, bidan adalah petugas kesehatan di tingkat paling bawah yang ada di setiap desa, dengan program bidan desa. Jadi, kata Anna, pemerintah harus memperhatikan fasilitas kesehatan mau pun alat yang dipunyai bidan harus selalu diperbaharui bersama.

“Bidan juga harus dilengkapi dengan alat transportasi karena kalau misalnya ada panggilan orang melahirkan mendadak dan sebagainya bagaimana, bidan itu perlulah difasilitasi dengan baik,” tegasnya.

Baca juga: Boyolali kerahkan bidan desa untuk dukung pelaksanaan vaksinasi

Ia juga meminta, Pemprov untuk perhatikan honor mereka jangan sampai terlambat. Karena tambahnya, sekarang dokter-dokter di Kecamatan pun banyak yang mengeluh mendapatkan honor atau pun gaji mereka sering terlambat.

“Jangan ini terjadi juga di bidan. Jadi pemerintah daerah karena ini menjadi bagian dari otonomi daerah, di setiap kabupaten, harus memperhatikan di tingkat kabupaten mau Pun Kecamatan desa. Apalagi bidan karena sekali lagi bidan adalah ujung tombak tenaga kesehatan yang ada di Indonesia,” pintanya.

Baca juga: BKKBN: Setiap desa perlu punya bidan untuk bantu atasi stunting

Ia berharap, pemerintah daerah dari tingkat kabupaten hingga Provinsi harus memperhatikan kesejehateraan tenaga kesehatan yang ada di tingkat paling bawah.

“Karena bidan sebagai ujung tombak tenga kesehatan apalagi membantu persalinan di desa. Peralatannya itu harus dilengkapi oleh pemerintah,” tuturnya.

Baca juga: Dinkes Sampang cabut izin praktik bidan telantarkan pasien

Anna juga menyampaikan kepada para bidan untuk tetap semangat membantu masyarakat di tingkat desa, karena apa yang dilakukan merupakan jasa bagi bangsa dan negara.

“Ya untuk ibu para bidan, di tingkat desa, tetap semangat, tetap bantu masyarakat di tingkat desa. Selamat hari bidan, semangat terus, kerja yang sukses dan semoga sehat walafiat,” ucap Anna.

Baca juga: Jejak bidan Teguh di jalan setapak Gununglangit

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel