DPP Tak Jua Putuskan Kepengurusan Baru, PPP Jawa Timur Bergejolak

·Bacaan 2 menit

VIVA – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur kini kosong kepemimpinan. Padahal, tim formatur hasil Musyawarah Wilayah IX PPP Jatim sebulan lalu sudah menyerahkan calon ketua baru ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Namun, hingga sekarang DPP belum jua mengeluarkan SK. Gejolak pun terjadi di internal partai berlambang Kakbah itu.

Gejolak itu ditandai dengan pimpinan lima Dewan Pimpinan Cabang PPP ke kantor DPW PPP Jawa Timur di Surabaya. Mereka menanyakan kepastian pengurus DPW. “Kita cuma tanya ke DPW, ini pengurusnya mana? Muswil sudah lewat sebulan, formatur sudah kerja selama 20 hari, pengurus belum ada,” kata Ketua DPC PPP Surabaya, Bukhori Imron, Jumat, 2 Juli 2021.

Ia mengatakan, ketidakjelasan kepengurusan di tingkat wilayah berdampak pada kerja dan program PPP di seluruh cabang di Jawa Timur. “Terus apa lagi yang ditunggu, kita menerima siapa saja yang jadi ketua sesuai usulan formatur saat Muswil, toh formatur sudah kerja. Nasib DPC gimana? Nasib partai gimana, karena kita didesak kader rating, anak cabang, kita mau Muscab,” ujar Bukhori.

Ia khawatir justru terjadi dualisme kepengurusan jika DPP tidak segera mengeluarkan SK kepengurusan untuk DPW PPP Jatim. “Kalau tidak ada solusi dan situasi COVID-19 sudah bagus, kita akan datang bersama ke Jakarta. Ini ada (pengurus) dari Sidoarjo, Sumenep, Bangkalan, Gresik, dan saya Kota Surabaya," kata Bukhori.

Salah satu Formatur hasil Muswil IX PPP Jawa Timur Zuman Malaka mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan tugas mengusulkan ketua yang baru, bahkan sebelum batas waktu 20 hari yang ditentukan. Ada empat nama diajukan ke DPP sebagai calon Ketua DPW PPP Jawa Timur.

Informasi yang dia peroleh, molornya SK untuk DPW PPP Jawa Timur karena DPP menerima surat kaleng yang mengatasnamakan pengurus DPC di Jawa Timur. Isi surat kaleng itu keberatan dengan hasil Muswil IX. “Seharusnya sekelas DPP tidak perlu merespons surat kaleng itu,” ujar Zuman.

Muswil IX DPW Jawa Timur digelar pada 30 Mei-1 Juni di Surabaya. Saat itu, disepakati ada tujuh formatur untuk menentukan ketua DPW PPP Jatim beserta pengurusnya, yakni Erma Lena mewakili unsur DPP, Musyafak Noer mewakili unsur DPW, kemudian dari unsur DPC diwakili oleh Zeiniye (Situbondo), Salim Quraisy (Probolinggo), Zuman Malaka (Sidoarjo), Khoirul Anam (Bojonegoro) dan Agus Zunaedi (Blitar).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel