DPR berharap program PEN 2021 mampu pulihkan ekonomi

Kelik Dewanto
·Bacaan 1 menit

Wakil Ketua DPR RI M Azis Syamsuddin berharap pemerintah menggunakan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada 2021, yang mencapai Rp403,9 triliun, untuk memulihkan ekonomi pada masa pandemi COVID-19.

"Pemerintah harus berkomitmen merealisasikan anggaran PEN 2021 secara maksimal untuk pengadaan vaksin COVID-19, sarana dan prasarana vaksinasi, imunisasi, laboraturium penelitian dan pengembangan (litbang), serta cadangan bantuan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang diperuntukkan bagi pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau bukan pekerja (BP)," kata Azis dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Selain itu, dirinya juga berharap proyeksi alokasi anggaran untuk program PEN 2021 yang teralokasikan pada bidang kesehatan, perlindungan sosial, sektoral kementerian/lembaga dan pemerintahan daerah, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), stimulus pariwisata, pembiayaan korporasi, dan insentif usaha tersebut dapat tepat sasaran.

Baca juga: DPR: Evaluasi penyaluran dana desa secara komprehensif

Azis mendorong pemerintah mengevaluasi realisasi penyaluran anggaran PEN tahun 2020, khususnya dalam pendataan dan koordinasi antarsektor kementerian dan lembaga, agar bantuan anggaran PEN tersebut dapat tersalurkan secara baik dan tepat sasaran.

"Pemerintah harus dapat memastikan program PEN yang diiringi dengan penanganan COVID-19 dapat membuat pemulihan ekonomi terwujud. Apabila jumlah kasus COVID-19 menurun serta berjalannya aktivitas sosial-ekonomi masyarakat," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan alokasi anggaran PEN 2021 mencapai Rp403,9 triliun atau naik dari rencana sebelumnya Rp372,3 triliun.

Total anggaran program PEN Rp403,9 triliun tersebut difokuskan untuk enam bidang yaitu kesehatan, perlindungan sosial, sektoral K/L dan pemda, UMKM, pembiayaan korporasi, dan insentif usaha.

Sementara itu, realisasi anggaran PEN untuk tahun lalu yaitu hingga akhir 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp579,78 triliun atau 83,4 persen dari pagu Rp695,2 triliun.

Baca juga: Sri Mulyani sebut realisasi anggaran PEN 2020 capai 83,4 persen
Baca juga: Sri Mulyani sebut proyeksi anggaran PEN 2021 capai Rp403,9 triliun