DPR: BUMN mampu jadi sandaran pemulihan ekonomi nasional

·Bacaan 1 menit

Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak mengatakan Badan Usaha milik Negara (BUMN) mampu menjadi sandaran pemulihan ekonomi nasional berkat program-programnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Program seperti Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR, kemitraan usaha dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan penyaluran kredit untuk UMKM bisa menggerakkan ekonomi nasional," kata Amin Ak dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Amin juga mengapresiasi kinerja BUMN dalam menyediakan vaksin, serta fasilitas dan alat kesehatan, dalam upaya menekan penularan Covid-19.

Untuk itu politisi PKS itu mendorong perusahaan pelat merah terus mengoptimalkan kinerjanya dan memperkuat program-program untuk masyarakat bawah dan UMKM.

Baca juga: Erick Thohir fokuskan CSR BUMN untuk tiga program

Ia berpendapat bahwa fokus ke ekonomi kerakyatan akan memberikan efek positif dan cepat dalam pemulihan ekonomi nasional, karena 98 persen tenaga kerja diserap oleh UMKM dan sektor informal.

Lebih lanjut, Amin juga mendorong BUMN memprioritaskan kontribusinya di sektor ketahanan pangan, energi, dan kesehatan nasional. Prioritas itu bisa direalisasikan dalam periodisasi kerja BUMN di tahun 2022 mendatang.

Di sektor pangan, lanjutnya, BUMN dinilai perlu menjadi offtaker bagi komoditas pertanian untuk menjamin ketersediaan stok pangan nasional dan menyerap produk pertanian dari petani nasional, apalagi stabilitas harga dan pasokan pangan serta bangkitnya UMKM terbukti bisa menggerakkan peningkatan daya beli masyarakat.

Amin juga mendorong para pelaku UMKM bisa memanfaatkan program-program BUMN dan meningkatkan kemampuan manajemen mereka, baik dari sisi produksi maupun manajemen keuangan.

Baca juga: Anggota DPR: CSR BUMN perlu diterapkan bangun SDM dan usaha produktif

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel