DPR Desak Kemendikbud Buat Evaluasi Kurikulum Lama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kurikulum baru akan diterapkan pada Juni 2013 mendatang dan rencananya pada akhir November ini, kurikulum 2013 akan diuji publik ke masyarakat.

Namun, sebelum hal tersebut dilakukan Anggota Komisi X DPR Herlini Amran mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus segera memberikan laporan evaluasi kurikulum lama sebelum uji publik terkait rencana pemerintah akan mengubah kurikulum pendidikan nasional pada tahun 2013 mendatang.

“Saya meminta Kemendikbud untuk segera memberikan laporan evaluasi kurikulum lama ke hadapan publik sebelum diadakan uji publik kurikulum pendidikan nasional baru tahun 2013, Setidakanya dipaparkan terlebih dulu lah, evaluasinya kepada Dewan dalam Rapat Kerja di Senayan apa lagi ada panja kurikulum di komisi X DPR,” kata Herlini di Kompleks gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Menurut Herlini, masyarakat sangat mendorong segera dilakukan penyempurnaan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Itu harus dilakukan secara bertahap rencana pemerintah tersebut untuk mengubah kurikulum nasional dan harus berdasarkan riset yang matang.

“Jangan sampai rencana pemerintah mengubah kurikulum ini hanya sebatas tradisi adanya Menteri baru ada kurikulum baru atau karena muncul pemantik dari Wapres ataupun berdasarkan trend isu yang berkembang saat ini,” ujarnya.

Anggota DPR dari Wilayah Pemilihan Kepulauan Riau itu menegaskan akan selalu siap menagih janji Kemendikbud yang akan melahirkan kurikulum baru yang mengutamakan karakter atau penguatan moral ketimbang “nilai”.  

"Namun, sebelum kurikulum baru itu di uji publik, mewakili para guru dan ibu-ibu siswa yang masih resah karena belum mengetahui,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Lody Paat. Pemerintah kata Lody harus menjelaskan alasan perubahan kurikulum secara jelas pada masyarakat. Ada kewajiban untuk menunjukkan penelitian kurikulum yang pemerintah lakukan dan apa hasilnya sehingga harus diubah.

"Alasannya harus benar dan sesuai secara pedagogis. Jangan hanya karena sudah menjadi rencana kerja saja. Penelitian yang mereka lakukan juga apa hasilnya," kata Lody.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan telah merampungkan penyusunan kurikulum pendidikan tahun 2013. Rencananya pada akhir November ini, kurikulum 2013 akan diuji publik ke masyarakat.

Pelaksanaan uji publik ini akan berlangsung dalam kurun waktu dua minggu lamanya. Nantinya tepat pada bulan Juni 2013, kurikulum ini sudah diterapkan secara nasional.

Pada saatnya nanti, uji publik akan dilakukan secara aktif maupun pasif. Termasuk ke dalam kategori aktif, Kemendikbud akan mengundang berbagai pihak untuk dimintai masukan dalam bentuk diskusi atau seminar. Sedangkan yang dimaksud pasif, Kemendikbud akan menampung aspirasi yang disampaikan publik.

Mendikbud menuturkan ada perubahan mendasar dalam kurikulum 2013 ini. Pasalnya orientasi pengembangan kurikulum 2013 pada kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Di samping itu, cara pembelajarannya yang menyeluruh dan menyenangkan.

Salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk sekolah dasar (SD) adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini, mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua mata pelajaran.

Prosesnya, tema-tema yang ada pada dua pelajaran itu diintegrasikan ke dalam sejumlah mata pelajaran. Untuk IPA menjadi materi pembahasan pelajaran bahasa Indonesia, Matematika dan lain-lain.

Untuk IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKN, Bahasa Indonesia, dan lain-lain.

Sementara itu muatan lokal menjadi materi pembahasan seni budaya dan prakarya serta penjasorkes. Mata pelajaran pengembangan diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran.

Dengan demikian tidak ada substansi pelajaran yang hilang dari kurikulum SD ini.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.