DPR Desak Pemerintah Serap Anggaran APBN-P 2012

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Marzuki Alie mendesak pemerintah meningkatkan penyerapan belanja negara dalam APBN Perubahan tahun anggaran 2012, termasuk di dalamnya anggaran belanja modal.

"Dewan mengingatkan pemerintah agar serius dalam menyerap anggaran belanja negara yang tinggal hitungan hari," ujar Marzuki dalam rapat paripurna DPR penutupan masa persidangan I tahun sidang 2012/2013 di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, DPR memahami bahwa kondisi rendahnya serapan anggaran APBNP 2012 itu mungkin disebabkan adanya kekhawatiran berbagai kementerian/lembaga dan para kuasa pengguna anggaran dalam mengelola keuangan negara dengan lebih berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan.

Namun, ia menambahkan, DPR juga menilai bahwa hal tersebut bisa juga terjadi karena perencanaan yang kurang matang dari kementerian/lembaga pemerintah.

Berdasarkan data Kementeria Keuangan, penyerapan anggaran belanja negara pada APBN-P tahun 2012 sampai semester I 2012 telah mencapai Rp629,4 triliun atau 40,7 persen. Realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp393,9 triliun atau 36,5 persen dan realisasi transfer fiskal ke daerah yang mencapai Rp235,5 triliun atau 49,2 persen dari Rp412,5 triliun dalam APBN-P tahun anggaran 2012.

"Dewan meminta pemerintah memperbaiki secara terus menerus berkaitan dengan masalah teknis, mekanisme dan prosedur pelaksanaan anggaran negara," ujar Marzuki Alie.

Upaya itu, menurut dia, harus pula diiringi dengan tetap meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pertanggungjawaban serta memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan negara yang baik dan benar.

DPR juga mengingatkan pemerintah agar menjaga momentum pertumbuhan ekonomi (PDB) tahun 2012 yang ditargetkan sebesar 6,8 persen dalam RAPBN 2013.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.