DPR Dukung Langkah Erick Thohir di Masa PPKM Darurat

·Bacaan 1 menit

VIVA - Dalam seminggu ini, Komisi VI DPR rapat dengan Holding RS BUMN dan Holding BUMN Farmasi terkait masa darurat Pandemi COVID-19. Mereka menginginkan agar kedua sektor BUMN ini mengambil posisi sebagai garda terdepan.

"Di antaranya untuk meningkatkan jumlah tempat tidur dan peralatan medis, serta meningkatkan produksi obat-obatan dan vitamin guna menekan kelangkaan saat kebutuhan yang tinggi di masa darurat," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR, Martin Manurung, melalui keterangan persnya, Jumat, 9 Juli 2021.

Martin mengapresiasi Kementerian BUMN dan Menteri BUMN Erick Tohir yang dalam rapat kerja kemarin sudah mengutarakan 3 opsi yang akan ditempuh terkait hal tersebut, yaitu pertama, aksi korporasi.

Dan kedua, dukungan dari BUMN lain yang terkait untuk solusi jangka pendek. Ketiga, penyertaan modal negara (PMN) untuk solusi jangka menengah dan panjang.

"Mari kita dukung," ujarnya.

Baca juga: Erick Thohir Kecam Harga Obat Mahal saat Kasus COVID-19 Melonjak

Pemerintah saat ini menerapkan PPKM Darurat karena pandemi COVID-19 yang terus mengalami lonjakan. Banyak rumah sakit termasuk rumah sakit milik pemerintah yang kewalahan karena banyaknya pasien yang datang.

Tidak hanya itu, masalah lain pun satu demi satu berdatangan seperti kekurangan tabung oksigen, harga obat menjadi mahal, dan lain-lain.

Menteri BUMN Erick Tohir dalam berbagai kesempatan mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir. Oleh karena itu, dia menggelar vaksinasi COVID-19 massal.

Erick juga memastikan akan memproduksi obat terapi COVID-19, Ivermectin, secara massal, dan akan menjualnya dengan harga murah. Selain itu, ia telah mengerahkan BUMN untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel