DPR dukung Pertamina optimalkan subsidi BBM satu Harga

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mendukung penuh optimalisasi subsidi pemerintah oleh Pertamina dan LPG subsidi untuk rakyat.

"BBM dan LPG subsidi menunjukkan negara hadir untuk rakyat dan mewujudkan energi berkeadilan," kata Sugeng Suparwoto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Optimalisasi itu melalui pengoperasian Lembaga Penyalur Program (LPP) untuk BBM dan LPG serta Program One Village One Outlet (OVOO).

"Kami mendukung berbagai upaya Pertamina, termasuk memastikan keberlanjutan Program BBM Satu Harga dan OVOO," kata Sugeng menegaskan.

Menurut dia, program itu merupakan upaya Pemerintah dan Pertamina agar BBM dan LPG subsidi sampai ke seluruh penjuru Nusantara, dari Sabang sampai Merauke hingga pelosok.

Dengan program tersebut, kata dia, masyarakat bisa menikmati BBM dan LPG dengan harga yang sama dengan saudara-saudara mereka di Pulau Jawa.

"Itu peran strategis negara melalui BUMN dan DPR selalu mendukung yang terbaik bagi rakyat," ujarnya.

Ia menjelaskan Program BBM Satu Harga dan OVOO, Pertamina terus memperluas infrastruktur penyaluran BBM dan LPG Subsidi hingga ke seluruh perdesaan.

"Sesuai dengan fungsi pengawasan, Komisi VII juga akan terus mengawasi penyaluran BBM dan LPG subsidi tepat sasaran," kata dia.

DPR, lanjut Sugeng, menyadari bahwa saat ini Pemerintah mengalami beban sangat berat, terutama di tengah kondisi geopolitik saat ini yang berimbas pada harga minyak dunia.

Kondisi terbaru, misalnya, Eropa bahkan melarang impor minyak dari Rusia sebagai dampak konflik Rusia dan Ukraina. Larangan tersebut membuat kembali harga minyak mentah ikut melambung.

Saat ini, harga jenis Brent berada pada level 116,29 dolar Amerika Serikat per barel atau naik 69 sen atau 0,6 persen. Sementara itu, jenis West Texas Intermediate AS naik 59 sen atau 0,5 persen menjadi 115,26 dolar AS.

"DPR telah menyetujui penambahan subsidi anggaran energi karena ini menjadi bagian penting bagi rakyat," katanya.

Program BBM Satu Harga yang sudah diterapkan sejak 2017 sebagai arahan Presiden RI Joko Widodo. Saat ini program itu tersebar di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di 112 kabupaten di Indonesia sebanyak 328 lembaga penyalur.

Pada tahun 2022, Pemerintah menargetkan 92 titik BBM Satu Harga dan progres pembangunan saat ini telah berhasil dituntaskan sebanyak tujuh titik tersebar di Kalimantan Barat (dua titik), Kalimantan Tengah (satu titik), Sulawesi Utara (satu titik), dan Kepulauan Maluku (tiga titik).

Selain itu, sebanyak 65 titik BBM Satu Harga tengah dalam pembangunan dan perizinan pemerintah daerah.

Adapun untuk OVOO, Pertamina telah mengembangkan 217.687 pangkalan LPG 3 kilogram yang tersebar di 61.801 desa. Melalui OVOO, Pertamina akan memastikan LPG subsidi dapat dinikmati masyarakat kecil di perdesaan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel