DPR Ingatkan Pemda Jangan Sampai Kasus COVID-19 Meningkat saat Banjir

Mohammad Arief Hidayat, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Dalam beberapa hari terakhir ini, curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia cukup tinggi. Bahkan di beberapa wilayah, seperti di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, sebagian rumah warga ada yang sudah terendan banjir.

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk dapat saling koordinasi dan komunikasi terkait potensi curah hujan cukup tinggi ini. Diharapkan para pihak terkait dapat bersiaga untuk mengevakuasi warga yang menjadi korban banjir.

"Pemda bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus siaga dalam mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir ke posko pengungsian atau ke tempat yang aman. Pemda dan Dinas Kesehatan setempat untuk membangun posko kesehatan serta mengerahkan tenaga kesehatan guna memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada korban banjir," kata Azis kepada wartawan, Jumat, 19 Februari 2021.

Baca: Seorang Lansia Meninggal di Lokasi Banjir Cipinang Melayu

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu juga meminta Pemerintah menyiapkan tempat pengungsian yang layak dan memperhatikan protokol kesehatan COVID-19, seperti tersedianya sanitasi yang cukup dan baik. Diharapkan juga dapat mengatur jarak antar pengungsi dan membangun tempat mencuci tangan, guna menghindari peningkatan kasus COVID-19 di lokasi pengungsian.

"Jangan sampai peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terulang kembali, di mana naik signifikan sebanyak 220 kasus dalam 10 hari akibat terjadinya banjir,” ujarnya.

Azis juga meminta Pemda mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan peringatan dari BMKG terkait potensi bencana yang akan terjadi. Sehingga masyarakat selalu bersiaga dan dapat mengantisipasi potensi bencana banjir, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir.

"Pemda harus mengedukasi masyarakat mengenai langkah mitigasi bencana banjir dan meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan, sehingga dapat meminimalisir dampak bencana banjir,” ujarnya.