DPR Ingatkan Program Vaksinasi COVID-19 Bisa Gagal Total

Mohammad Arief Hidayat, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVADPR menganggap pemerintah kecolongan atas masuknya virus corona jenis baru hasil mutasi, dinamai B117, melalui warga Indonesia yang baru pulang dari luar negeri. Dewan menuntut pemerintah lebih tegas mengantisipasi masuknya mutasi N439K yang diduga dari Skotlandia itu.

Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan menilai, masuknya B117 ke Indonesia harus menjadi peringatan keras bagi Satgas COVID-19.

"Memang ini mengkhawatirkan karena sebetulnya kita sudah menerapkan protokol masuknya warga yang ketat. Tetapi sudah bocor. Masuknya warga dengan kasus B117 sangat mengherankan dan mengkhawatirkan. Kita harus perketat pengawasan perbatasan," ujar Farhan dalam keterangan persnya, Selasa, 16 Maret 2021.

Beragamnya vaksin yang datang ke Indonesia, katanya, harus diuji daya tahannya menangani mutasi B117. Jangan sampai vaksin yang diterima warga tidak menjadi antibodi terhadap varian COVID-19.

"Efektivitasnya harus diuji betul, karena ini menyangkut kepercayaan masyarakat. Kalau kepercayaan masyarakat runtuh, maka program vaksinasi nasional bisa gagal total," katanya.

Farhan mengingatkan, kinerja vaksinasi pada 2021 perlu dipertegas agar disalurkan secara adil, merata dan transparan. Program vaksinasi patut diawasi dan didorong dalam realisasinya karena didukung moral dan anggaran sangat besar.

“Kenyataannya masih banyak kekhawatiran masyarakat soal kepastian vaksinasi, dan ini menimbulkan keresahan. Jadi, saatnya pemerintah mulai melibatkan semua elemen bangsa untuk menyukseskan vaksinasi nasional ini," katanya.