DPR Ingin Orangtua dan Satgas yang Tentukan Sekolah Tatap Muka Dibuka

Agus Rahmat, Eka Permadi
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejumlah daerah yang angka kasus COVID-19 masih banyak, bersiap untuk membuka kembali sekolah-tatap-muka">sekolah tatap muka. Walau sebagian orangtua murid juga merasa khawatir putra atau putri mereka terpapar virus tersebut.

Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengkritisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Markarim yang mengizinkan sekolah kembali melakukan pembelajaran tatap muka. Saat ini untuk sekolah yang berada di zona hijau dan kuning COVID-19, sudah kembali diizinkan untuk bersekolah atau melakukan pembelajaran tatap muka.

“Tetapi dalam penerapan kegiatan belajar tatap muka ini, orangtua peserta didik dan satgas COVID-19 daerah yang menjadi penentunya," kata Hetifah, Rabu, 11 November 2020.

Baca juga: RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Pecahkan Dua Rekor Muri

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, berdasarkan aturan setiap sekolah yang akan kembali melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka, wajib mendapatkan rekomendasi dari satgas COVID-19 daerah terlebih dahulu. "Sekolah harus menyiapkan diri untuk memenuhi daftar periksa,” ujarnya.

Selanjutnya peserta didik yang kembali belajar tatap muka di sekolah, juga harus berdasarkan izin dari orangtuanya masing-masing. Begitu juga dengan peran dari komite sekolah masing-masing yang turut menjadi penentu.

"Jika orangtua peserta didik tidak mengizinkan anaknya kembali ke sekolah berarti si anak mengikuti pembelajaran jarak jauh," ujarnya.

Menurutnya pembukaan sekolah tatap muka ini mengakomodasi aspirasi dari orangtua siswa yang sudah menuntut dibukanya kembali sekolah, dengan berbagai alasan.

“Kita telah mengalami pandemi ini hampir setahun lamanya. Diharapkan semua orang sudah mulai terbiasa dengan protokol kesehatan dan menerapkannya dengan baik termasuk di sekolah," katanya.