DPR: Investasi Sektor Migas Mandeg

  • Pantai Garut Kaya Abalon, 1 Kg Laku Rp 1 Juta

    TRIBUNnews.com

    TRIBUNNEWS.COM - Siapa sangka, abalon bisa didapat dengan mudah saat musimnya di pantai selatan Garut. …

  • Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Tempo
    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 2013, pemerintah mulai menjalankan roadmap pengurangan subsidi listrik. Sejak saat itu, tarif listrik industri besar, menengah, dan rumah tangga mewah dinaikkan secara bertahap. Diharapkan, program ini dapat memangkas subsidi listrik sebesar Rp 10,96 triliun. (Baca juga : PLN Didesak Cabut Subsidi Rumah Mewah). …

  • Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    TRIBUNnews.com
    Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    TRIBUNNEWS.COM - Andalan Garut adalah ikan layur. Dalam sehari saat musimnya, kami dapat mengirimkan 20 ton ikan …

INILAH.COM, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  menilai kegiatan investasi di bidang minyak dan gas (migas) masih terhambat karena minimnya kepastian hukum.

Anggota Komisi VII DPR-RI, Bobby Rizaldi mengatakan terbentuknya Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas), tidak memecahkan masalah terebut.

Dengan pembubaran Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) oleh Mahkamah Institusi (MK), perusaahan migas belum ada yang menanamkan investasi baru di sektor tersebut.

"Sampai sekarang belum ada perusahaan minyak yang ingin investasi khususnya kegiatan eksplorasi. Mereka menunggun kepastian hukum yang saat ini belum jelas," ujarnya dalam diskusi publik bertajuk "Upaya Menegakkan Kedaulatan Energi di Tengah Problematika Pengelolaan Migas Nasional," di Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Kondisi ini dinilai bakal menciptakan slow growth dalam aspek nasional. Bobby mengatakan jika investor enggan menanamkan modalnya, maka pembukaan lapangan pekerjaan pun akan sangat minim di bidang tersebut.

"Jadinya slow growth dan tidak ada lapangan pekerjaan yang akan lahir. Investasi turun maka hal itu menurunkan lapangan pekerjaan," tutur dia.

Bahkan, dia juga menilai, imbas dari minimnya investasi akan mempengaruhi sektor industri penunjang migas nasional, seperti komponen alat eksplorasi dan eksploitasi buatan produsen nasional.

Hingga kini, perusahaan negara PT. Pertamina (Persero), dan perusahaan skala lokal seperti Medco juga mengalami dampak dari putusan yang dilakukan MK. "Mereka mau ngebor dan untuk mendapatkan migas jadi tertunda karena tidak ada kejelasan hukum," tuturnya. [hid]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...