DPR Jadwalkan Pengesahan Panglima TNI pada Senin, 8 November 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menyebut, pihaknya telah menjadwalkan agar pengesahan Panglima TNI terpilih dilakukan pada Senin, 8 November 2021.

"Direncanakan dapat diparipurnakan Senin, 8 November," kata Meutya dalam keterangan tulis, dikutip pada Jumat (5/11/2021).

Sebelum melangkah ke sana, Komisi I DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test kepada calon tunggal Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pada Sabtu 6 November 2021. Fit and proper test diagendakan berlangsung pukul 10.00 WIB.

Meutya Hafid menyatakan, salah satu tahapannya adalah sesi pemaparan visi misi calon panglima. Sesi itu, akan dilangsungkan terbuka untuk umum.

Namun rapat akan digelar tertutup saat Andika Perkasa menyampaikan hal strategis dan yang berkaitan dengan kebijakan. "Sifat terbuka untuk visi misi, kecuali untuk hal hal strategis. Kehadiran fisik," kata Meutya.

Agenda bakal dilanjutkan dengan rapat internal Komisi I DPR RI untuk membulatkan persetujuan. "Dilanjutkan rapat internal Komisi I untuk pemberian persetujuan, pada Sabtu 6 November pukul 13.00 WIB," kata dia.

Hasil rapat internal selanjutnya diserahkan kembali kepada Pimpinan DPR.

Alasan Jokowi Tunjuk Andika Perkasa Jadi Panglima TNI

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (tengah) memberi keterangan pers di Mabes TNI AD, Jakarta, Rabu (9/10/2019). (Liputan6.com/Pool/Dispen TNI AD)
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (tengah) memberi keterangan pers di Mabes TNI AD, Jakarta, Rabu (9/10/2019). (Liputan6.com/Pool/Dispen TNI AD)

Penasihat senior Kantor Staf Presiden (KSP) Andi Widjajanto mengungkap beberapa alasan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI. Pertama, Andika dinilai lebih senior dibandingkan dua kepala staf angkatan lainnya.

Andika diketahui merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1987, sementara Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1988. Adapun Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo lulus Akademi Angkatan Udara pada 1988.

"Senioritas, Andika Perkasa yang paling senior di antara para Kepala Staf Angkatan," ujar Andi Widjajanto kepada Liputan6.com, Rabu (3/11/2021).

Selain itu, kata dia, Andika memiliki kedekatan personal dengan Presiden Jokowi. Sebab, Andika pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) pada 2014 dan menjabat sekitar dua tahun.

Andi menyebut dipilihnya Andika karena memiliki kendali operasi militer, khususnya untuk menangani pandemi Covid-19 hingga konflik di Papua. Menurut dia, TNI AD memiliki kedalaman gelar teritorial menangani masalah tersebut.

Dia juga menilai masa jabatan Andika Perkasa sebagai Panglima TNI ideal untuk kerangka Pemilu 2024. Pasalnya, Andika diperkirakan akan pensiun pada Desember 2022 sehingga nantinya presiden dapat memilih Panglima TNI baru sebelum tahapan Pemilu dimulai di Maret 2023.

"KSAL dan KSAU akan pensiun November 2023 dan April 2024 saat kampanye pemilu berlangsung, suhu politik naik," jelas mantan Sekretaris Kabinet itu.

Karier Moncer dan Harta Kekayaan Jenderal Andika Perkasa

Infografis Karier Moncer dan Harta Kekayaan Jenderal Andika Perkasa. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Karier Moncer dan Harta Kekayaan Jenderal Andika Perkasa. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel