DPR: Kebut Vaksinasi untuk Berikan Herd Protection

·Bacaan 2 menit

VIVA - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menuturkan untuk mencapai kekebalan kawanan (herd immunity), vaksin harus memiliki ’transmission blocking ability’ atau kemampuan menghentikan penularan. Akan tetapi, cepatnya mutasi virus corona, seperti munculnya varian delta, telah membuat efikasi (kemanjuran) vaksin COVID-19 yang ada menurun.

"Sehingga herd immunity yang diharapkan, tidak mungkin tercapai," kata Charles kepada wartawan, Jumat, 27 Agustus 2021.

Namun, lanjut Charles, herd immunity yang tak mungkin tercapai ini, sebagaimana pendapat para epidemolog yang sudah diamini Menteri Kesehatan, hendaknya tidak menjadi alasan untuk mengendorkan vaksinasi, tapi sebaliknya justru harus menjadi pelecut pemerintah untuk semakin mempercepat vaksinasi.

"Laju vaksinasi tidak boleh menurun apalagi terhenti karena alasan kekurangan stok vaksin dan kendala distribusi. Ini demi mencapai target 2 juta dosis per hari," kata dia lagi.

Baca juga: Gibran Pantau Vaksinasi Lansia, Banyak yang Komorbid Tapi Aman

Charles mengatakan meski herd immunity tidak mungkin tercapai lewat vaksinasi yang sudah dan sedang berjalan ini, faktanya vaksinasi tetap memberi perlindungan terhadap penerima vaksin dari gejala berat dan risiko kematian akibat COVID-19.

Dia menilai data Kemenkes yang menyebutkan bahwa lebih dari 90 persen orang yang meninggal dunia akibat COVID-19 belum pernah divaksin, cukup memberi bukti bahwa vaksinasi tetap melindungi.

"Perlidungan ini akhirnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan komunitasnya, sehingga tetap bisa memberikan perlidungan kawanan," kata dia lagi.

"Vaksin memang tidak mungkin memberikan kekebalan kawanan (herd immunity), tetapi bisa memberikan perlidungan kawanan (herd protection) dari gejala berat dan risiko kematian akibat COVID-19," tegasnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menambahkan herd protection inilah yang juga akan mencegah terjadinya sakit keras pada para pasien COVID-19, sehingga tidak membebani fasilitas kesehatan. Karenanya, kata dia, herd protection ini ikut mencegah terjadinya risiko kelumpuhan sistem kesehatan, seperti nyaris terjadi saat serangan gelombang kedua COVID-19 oleh varian delta pada Juli lalu atau saat cakupan vaksinasi masih sangat minim.

"Vaksinasi bukan hanya harus dipercepat, tapi sasarannya juga harus diperluas, tidak lagi hanya 70 persen dari populasi, sebagaimana syarat herd immunity yang didengungkan selama ini," katanya.

Karena target herd immunity sudah seharusnya dilupakan, Charles menyatakan bahwa sasaran vaksinasi harus mencakup seluruh populasi Indonesia. Dia meyakini sasaran vaksinasi terhadap 100 persen populasi yang memenuhi syarat menerima vaksin, akan lebih menjamin perlidungan, ketimbang berharap pada herd immunity yang tak mungkin tercapai.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel