DPR Mempertanyakan Usia dan Kelayakan Pesawat Nahas Sriwijaya Air

Mohammad Arief Hidayat, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Rombongan Komisi V DPR RI mengunjungi posko terpadu JICT 2 di Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Empat belas anggota Komisi V DPR ikut serta dan dipimpin oleh Ridwan Bae, Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar.

Pada kesempatan itu, para anggota Dewan menanyakan berbagai hal tentang perkembangan pelaksanaan operasi SAR SJ-182 hingga hari ketiga. Selanjutnya rombongan melihat langsung serpihan-serpihan pesawat yang ditemukan dan dikumpulkan di Posko Terpadu.

"Kami datang hari ini memberi dukungan kepada Kepala Basarnas dan seluruh jajaran terkait, baik itu KNKT, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri dan semua yang terlibat, termasuk para nelayan. Menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban. Mudah-mudahan arwah para korban diterima di sisi Allah sesuai amal baktinya," kata Ridwan Bae.

Baca: Firasat Fadly Korban Sriwijaya Air, Foto Bareng 3 Generasi Akhir 2020

Dalam waktu dekat, Ridwan mengatakan, DPR akan mengundang Menteri Perhubungan dan aparat terkait untuk membicarakan masalah usia pesawat dan penerbangan komersial berbiaya murah. Maskapai berbiaya murah diminta beroperasi tetapi tetap memperhatikan aspek keselamatan.

DPR akan mendalami lebih jauh tentang masalah-masalah yang ada di dunia penerbangan Indonesia. Disebutkan juga bahwa persepsi atau pandangan dunia internasional atas penerbangan Indonesia sedikit rawan.

"Kita mesti bicara persoalan. Pertama, usia pesawat itu sendiri. Apa layak usia sudah di atas 20 tahunan masih dipakai penerbangan domestik kita. Apa layak pesawat kita yang suku cadangnya tanpa memerlukan perhatian yang kuat, yang serius," ujarnya.

Ridwan juga berpesan kepada Kepala Basarnas untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dalam memimpin operasi SAR. Semua pihak diharapkan dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat, khususnya kepada keluarga korban.