DPR sarankan pergantian pimpinan BUMN pakai parameter penilaian

·Bacaan 1 menit

Anggota Komisi VII DPR RI Yulian Gunhar menyarankan pergantian direksi BUMN memakai parameter penilaian atau evaluasi kinerja saat mengganti pimpinan perusahaan pelat merah.

"Penggunaan parameter yang jelas dalam pergantian suatu badan usaha harus digunakan, apalagi selevel BUMN yang menangani aset-aset strategis, sehingga perombakan bisa dipahami publik dan investor dengan baik," kata Yulian dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dia mengungkapkan bahwa saat ini akan ada perombakan jabatan direktur utama, direksi, hingga komisaris sejumlah perusahaan pelat merah.

Rencana pergantian itu lantas mendapat perhatian serius dari para legislator di Senayan, karena pergantian akan dilakukan itu perlu parameter penilaian maupun evaluasi kinerja.

Baca juga: Erick Thohir ungkap alasan Nicke Widyawati jadi Dirut Pertamina lagi

Baca juga: Gelar RUPSLB, Direktur Keuangan Garuda Indonesia diganti

Yulian menyampaikan bahwa dengan parameter yang jelas dapat membuat pergantian tentu makin baik dan diharapkan perusahaan plat merah itu berhasil meraih laba.

"Beberapa BUMN yang sukses mendapat laba. Keberhasilan badan usaha adalah meraih laba," ucap politisi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II tersebut.

Baca juga: Anggota DPR nilai perombakan direksi kewenangan Menteri BUMN

"BUMN itu badan usaha yang harus jelas parameternya. Berbeda halnya dengan perombakan di tubuh lembaga politik, seperti partai politik yang tentunya kental dengan nuansa subjektivitas karena menyangkut kesamaan ide (gagasan) serta loyalitas terhadap pimpinan," tutur Yulian.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel