DPR minta evaluasi penerapan SKB daerah yang alami peningkatan kasus

·Bacaan 1 menit

Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Syaiful Huda mendorong agar pemerintah baik pusat maupun daerah melakukan evaluasi penerapan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang mengalami peningkatan kasus.

"Saya kira perlu adanya evaluasi dari pemerintah baik itu dari pemerintah pusat yakni Kemendikbudristek dan juga daerah, lebih-lebih jika sudah terjadi peningkatan kasus di daerah tersebut," ujar Huda di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, satu siswa SMAN 71 Jakarta terinfeksi COVID-19 varian Omicron dan menyebabkan sekolah tersebut menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk sementara waktu.

Huda menambahkan untuk daerah-daerah yang memang mengalami peningkatan kasus COVID-19 maka perlu dilakukan evaluasi penerapan SKB Empat Menteri tersebut.

Baca juga: Ditemukan kasus Omicron di sekolah, Riza: PTM masih 100 persen

Baca juga: Ahli epidemiologi desak Pemprov DKI evaluasi PTM 100 persen

Selain itu, dia juga meminta Kemendikbudristek tidak hanya sekedar mengeluarkan SKB tetapi juga hendaknya melakukan pemantauan dan juga evaluasi.

"Jika terjadi kejadian seperti di SMAN 71 Jakarta, maka pemerintah perlu cepat mengeluarkan respon dan kebijakan. Kami mendorong agar penerapan SKB Empat Menteri di DKI Jakarta perlu dievaluasi," imbuh dia.

Meski demikian, Huda mengingatkan agar kejadian tersebut tidak digeneralisir untuk seluruh daerah dan perlu disesuaikan dengan kondisi COVID-19 di daerah tersebut.

"Proses pembelajaran harus terus berjalan, karena faktanya memang terjadi learning loss yang luar biasa. Jangan sampai, tidak terjadi proses pembelajaran di lapangan," imbuh dia.

Baca juga: Omicron meningkat, Disdik DKI tegaskan PTM sesuai SKB empat menteri

Baca juga: Wagub Riza: PTM tanpa kendala meski kasus Omicron naik

Baca juga: Satgas: Keputusan PTM kapasitas penuh seiring kesiapan pendidikan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel