DPR Minta Jenderal Djoko Susilo Nonaktif

TEMPO.CO, Jakarta- Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Gde Pasek Suardika berharap Inspektur Jenderal Djoko Susilo dinonaktifkan dari posisinya sebagai Gubernur Akademi Kepolisian. Menurut dia, tersangka kasus dugaan korupsi proyek simulator (alat uji) surat izin mengemudi (SIM) itu agar berfokus pada kasus yang membelitnya. ”Begitu jadi tersangka, Gubernur Akpol semestinya diganti dulu,” kata Pasek saat dihubungi Tempo, Kamis, 2 Agustus 2012. "Tunjuk saja siapa penggantinya.”

Menurut Pasek, pemberhentian Djoko sebagai Gubernur Akpol akan memberikan pengaruh positif terhadap lembaga yang dipimpinnya. Nyatanya, selama ini akademi itu memang bertugas mendidik para calon penegak hukum. "Jangan sampai Akpol terkena limbah dari masalah ini," ujar dia.

Dugaan korupsi simulator SIM menyeret mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI Inspektur Jenderal Djoko Susilo sebagai tersangka. Korupsi ini diduga terjadi saat ia menduduki jabatan tersebut. Kasus ini mulai diungkap Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia, Bambang Sukotjo. Bambang membeberkan mengenai adanya suap dalam proyek pengadaan simulator mengemudi pada Koordinator Lalu Lintas Mabes Polri.

Menurut Sukotjo, dalam pemenangan tender simulator pada 2011, Direktur Citra Mandiri Metalindo, Budi Susanto, memberikan suap kepada Djoko sebesar Rp 2 miliar. Selain dugaan suap, Sukotjo juga menceritakan mengenai adanya praktek markup (penggelembungan) dalam proyek pengadaan simulator motor dan mobil ini. Budi berhasil memenangi tender pengadaan 700 simulator sepeda motor senilai Rp 54,453 miliar dan 556 simulator mobil senilai Rp 142,415 miliar pada 2011.

Majalah Tempo edisi 23 April 2012 berjudul Simsalabim Simulator SIM, Budi Susanto membenarkan pernah meminta uang tunai Rp 4 miliar kepada Sukotjo. Begitu juga permintaan agar Sukotjo mengantarkan satu kardus uang ke kantor Korps Lalu Lintas. Namun, menurut dia, uang itu bukan dikirim untuk Djoko. "Saya hanya minta dia menitipkan ke Tiwi, orang yang saya kenal di sana," ujarnya. "Itu uang saya."

PRIHANDOKO

Berita terkait

Kasus Simulator SIM, DPR Minta KPK dan Polri Koordinasi  

Kasus Simulator SIM, Komisi Hukum Akan Panggil Kepala Polri 

7 Alasan Polisi Harus Lepas Kasus Simulator SIM 

5 Tersangka Kasus Simulator Versi Polri 

Satu Jenderal Polisi Lagi Jadi Tersangka

Polisi Diminta Mundur dari Kasus Simulator SIM

Presiden SBY Pantau Kasus Simulator SIM  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.