DPR Minta Masukan BIN dan PPATK Soal Calon Anggota BPK

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Jakarta -Anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Dolfie O.F. Palit meyakinkan Komisi akan meminta masukan dari Badan Inteligen Negara (BIN) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait rekam jejak 22 calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Kami mau membangun tradisi seperti itu, meminta second opinion. Kami akan meminta PPATK dan BIN untuk memberi masukan," ucap Dolfie kepada Tempo, Ahad, 9 Juni 2013.

Sejumlah calon anggota BPK disebut-sebut punya rekam jejak abu-abu. Satu di antaranya Mantan Deputi Menteri BUMN, Muchayat. Namanya disebut-sebut punya andil besar dalam mengatur kemenangan Adi Karya pada proyek pembangunan komplek olahraga Hambalang.

Kabarnya, langkah Muchayat mencalonkan diri sebagai Anggota BPK mendapat dukungan dari partai Demokrat. Beberapa pihak curiga, Muchayat emban misi "bersih-bersih" audit BPK.

Menanggapi hal ini, Dolfi mengatakan dalam seleksi-seleksi sebelumnya, pernah juga ada nama-nama yang dikabarkan diusung partai tertentu, tapi nyatanya tak lolos seleksi. "Kalau di-fit and proper tidak menunjukkan calon itu mumpuni, orang juga malu, masa mendukung calon yang tidak punya kapabilitas," ucapnya.

Fraksi PDI Perjuangan sendiri menyatakan belum menentukan pilihan. Pihaknya masih menunggu uji kelayakan dan kepatutan yang rencananya digelar mulai 17 Juni 2013. "Secara integritas, kapabilitas memenuhi tidak. Baru chemistry terakhir," ucapnya.

MARTHA THERTINA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...