DPR Minta Masyarakat Tak Ragukan Vaksin Covid-19 Karena Sudah Halal

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa halal terkait vaksin Sinovac. Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily meminta masyarakat tidak lagi ragu mengikuti program vaksinisasi Covid-19.

Ace menyebut kehalalan yang sempat diragukan telah terjawab oleh fatwa MUI.

"MUI telah mengeluarkan fatwa tentang vaksin yang menyatakan bahwa vaksin ini suci dan halal. Artinya, secara syariah, tentang kehalalan vaksin (vaksin Sinovac) ini tidak perlu diragukan lagi," kata Ace pada Liputan6.com, Selasa (12/1/2021).

Ace mengimbau masyarakat mau divaksin sebagai iktiar menghentikan pandemi Covid-19.

"Pemerintah Indonesia telah menyediakan vaksin untuk masyarakat. Ini sebagai ikhtiar kita sebagai manusia untuk mencegah dan menghentikan Covid-19 agar segera selesai," ungkap Ace.

"Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk mensukseskan program vaksinasasi agar dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak perlu ragu. Dari berbagai pendekatan, baik dari aspek ilmiah, klinis, medis dan agama, vaksin ini telah melalui proses yang telah dilaluinya," lanjut dia.

Selain itu, BPOM telah menyatakan vaksin Sinovac aman, oleb karena itu tak perlu ada kekhawatiran berlebih lagi.

"BPOM telah melakukan penyeledikan tentang efikasi vaksin yang berasal dari Tiongkok yaitu Sinovac yang disediakan Pemerintah. Tingkat efikasinya di atas 65%. Secara medis, efikasi ini sudah memenuhi standar WHO untuk mencegah terjangkitnya Covid-19," kata Ace.

Sosialisasi Masif Harus Dilakukan

Sementara, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah tetap sosialisasi masif soal vaksin untuk menghapus keraguan yang masih ada di sebagian masyarakat.

"Kita minta oemerintah lebih melakukan sosialisasi dan kehati-hatian," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (12/1/2021).

Dasco meminta masyarakat yang masih ragu dapat mencermati informasi dan penerapan vaksin di tahap awal. "Bagi yang masih ragu bisa mencermati terlebih dahulu baru kemudian ikut vaksinasi," jelas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: