DPR Minta Pemerintah Sikapi Rencana Jepang Buang Limbah Nuklir ke Laut

·Bacaan 1 menit
Gedung DPR/MPR di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta. (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi lingkungan hidup Daniel Johan meminta pihak eksekutif segera merespons dengan tegas terkait rencana Jepang yang akan membuang limbah nuklir ke laut.

"Bahaya ini, harus serius direspons pemerintah dan langsung melayangkan nota protes keberatan," kata Daniel di Jakarta, Minggu (9/5/2021).

Pemerintah Jepang telah menyetujui rencana pembuangan lebih dari satu juta ton air limbah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke laut. Hal tersebut mendapat kritik keras dari berbagai pihak, bahkan penolakan kalangan nelayan Jepang sendiri.

Sejumlah negara pun mengecam rencana Jepang tersebut, seperti yang ditunjukkan oleh China dan Korea Selatan.

Jika rencana Jepang tersebut dilakukan, politisi dari PKB tersebut khawatir ikan-ikan dan makhluk hidup lainnya akan tercemar limbah nuklir dan membahayakan masyarakat.

"Nanti ikan-ikan tangkapan sumber pangan yang dikonsumsi bisa tercemar dan membahayakan kesehatan masyarakat," ujar Daniel yang dikutip dari Antara.

Rencana Jepang mendapat dukungan dari IAEA atau Badan Tenaga Atom Internasional yang mengatakan pelepasan tersebut mirip proses pembuangan air limbah dari PLTN di tempat lain di dunia. Air yang mengandung tritium sebenarnya secara rutin dilepaskan dari pembangkit nuklir di seluruh dunia.

PLTN Fukushima Rusak Akibat Gempa

Air itu tidak mengeluarkan energi yang cukup untuk menembus kulit manusia dan dianggap relatif tidak berbahaya.

PLTN Fukushima adalah reaktor nuklir yang mengalami kerusakan akibat gempa dan tsunami pada 2011.

Limbah cair lebih dari satu juta ton tersebut berasal dari air pendingin reaktor, air hujan dan tanah yang merembes setiap hari serta hanya menyisakan tritium, isotop radioaktif hidrogen yang sulit dipisahkan dari air.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel