DPR Minta Penerapan PeduliLindungi di Pasar Rakyat Tak Timbulkan Gejolak

·Bacaan 2 menit
Calon penumpang KRL memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter menguji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun, diantaranya Stasiun Pasar Minggu dan Bekasi Timur. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengapresiasi rencana uji coba aplikasi PeduliLindungi di pasar rakyat, yang dinilainya efektif untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

"PeduliLindungi saat ini masih paling efektif, meskipun kita akui teknologi PeduliLindungi ada kekurangan, tapi sampai saat ini aplikasi tersebut bagus untuk bantu pengendalian Covid-19," kata dia saat dikonfirmasi, Senin (27/9/2021).

Namun, Rahmad mengingatkan tidak semua penjual dan pembeli di pasar memiliki ponsel pintar. Oleh karena itu pemerintah harus mencarikan solusi agar tidak terjadi gejolak.

"Banyak rakyat kecil di pasar yang belum gunakan smartphone, nah bagaimana pemerintah mencarikan solusi. Harus ada solusinya itu," kata dia.

Rahmad menyebut beberapa alternatif bisa diambil bagi mereka yang tidak memiliki ponsel pintar. Misalnya pakai surat keterangan atau sertifikat vaksin Covid-19.

"Seperti ke tampat lain misal mal tetap harus prokes periksa suhu, misal tidak punya smartphone, misal pakai surat keterangan, atau sertifikat vaksin, pemerintah jangan harus terbuka dan tetap carikan solusi," kata dia.

Kata Kemenkes

Pemerintah berencana mengujicoba penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar-pasar tradisional. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan ada tiga urgensi penerapan PeduliLindungi di pasar tradisional.

Pertama, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung saat ke pasar rakyat. Kedua, mencegah penyebaran Covid-19 di pasar rakyat.

"Mencegah penyebaran perluasan penularan dengan deteksi kasus-kasus yang seharusnya tidak berada di area publik," kata Nadia kepada merdeka.com, Senin (27/9/2021).

Ketiga, untuk kepentingan pelacakan (tracing) kasus kontak erat Covid-19. Dengan adanya penerapan PeduliLindungi, pemerintah lebih mudah melacak kasus kontak erat dengan pasien positif Covid-19 yang mengunjungi pasar rakyat.

"Kalau ada kasus positif, kita bisa segera mentracking dan warga bisa lebih dini mengetahui kondisinya dengan segera tes sehingga pemutusan penularan ke orang lain dan bagi dirinya mencegah dia jatuh pada kondisi yang lebih berat," jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel