DPR Minta Pertamina Evaluasi Keamanan Kilang Minyak Balongan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno mengatakan, diperlukan protokol pengoperasian, pemeliharaan dan pengamanan yang ketat dalam upaya pencegahan agar tidak terjadi lagi kebakaran di Kilang Minyak Balongan Indramayu.

“Diperlukan protokol pengoperasian, pemeliharaan atau perawatan dan pengamanan yang ketat karena kilang ini adalah obyek vital bagi negara,” kata Eddy kepada Liputan6.com, Selasa (30/3/2021).

Selain itu, sangat penting untuk melakukan evaluasi atas penerapan protokol tersebut. Apabila protokol yang sudah disebutkan di atas belum memadai, maka Pertamina harus meningkatkan dan memperketat penerapan protokolnya.

Oleh karena itu, Komisi VII DPR RI akan segera memanggil Direksi Pertamina untuk meminta penjelasan atas kronologis kebakaran Kilang Balongan Indramayu ini. Eddy menegaskan, harus ada upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terulang kembali

“RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan Pertamina direncanakan Senin tanggal 5 April,” ujarnya.

Sejauh ini, Komisi VII DPR meminta Pertamina untuk mengumpulkan data dan fakta di lapangan terkait penyebab kejadian terbakarnya kilang minyak Balongan, serta meminta agar mereka melakukan penanganan yang serius terhadap warga yang terluka akibat ledakan tersebut.

“Kami juga meminta Pertamina segera memberikan penjelasan perihal penyebab kebakaran di objek vital seperti Kilang Balongan Indramayu ini, dan segera mempersiapkan langkah langkah pemulihan operasi Kilang Minyak Balongan,” pungkasnya.

Kementerian ESDM Selidiki Penyebab Kebakaran Kilang Balongan Milik Pertamina

Anggota TNI berjaga di lokasi terbakarnya kilang minyak di Jalan Raya Balongan-Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021).  Dampak dari terbakarnya kilang minyak Balongan milik PT Pertamina itu mengakibatkan Jalan Raya Balongan-Indramayu ditutup total. (merdeka.com/Arie Basuki)
Anggota TNI berjaga di lokasi terbakarnya kilang minyak di Jalan Raya Balongan-Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021). Dampak dari terbakarnya kilang minyak Balongan milik PT Pertamina itu mengakibatkan Jalan Raya Balongan-Indramayu ditutup total. (merdeka.com/Arie Basuki)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan segera melakukan investigasi penyebab kebakaran di tangki T-301G area Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, yang terjadi pada Senin (29/3), pukul 00.45 WIB.

Inspektur Migas dilaporkan sudah terjun ke lapangan, dipimpin Direktur Teknik dan Lingkungan Migas selaku Kepala Inspeksi Migas Wakhid Hasyim.

"Penyebab kejadian akan diinvestigasi setelah kebakaran berhasil diatasi. Saat ini Inspektur Migas sudah berada di tempat kejadian untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dalam keterangannya, Selasa (30/3/2021).

Adapun, insiden di Kilang Balongan milik Pertamina yang menyebabkan terjadinya kebakaran pada tangki T-301G, merembet ke 3 unit tangki lainnya yaitu T-301E, T-301F, T-301G dan T-301H yang terletak dalam 1 bundwall.

Berdasarkan informasi awal, pada saat kejadian sedang turun hujan deras disertai petir. Saat ini fokus tim kebakaran adalah memadamkan api dengan menggunakan foam serta dilakukan pendinginan pada tangki-tangki di sekitar tangki yang terbakar.

"Tangki yang terbakar sudah dilakukan isolasi dan tidak merambat ke tangki yang lain. Kondisi terkini api bisa dilokalisir di dalam bundwall, dilakukan cooling area sekitar tangki terdampak," kata Tutuka.

Tim pemadam kebakaran (Fire Fighting) di Kilang Balongan terdiri dari Tim Pemadam RU VI dan dibantu tim dari RU IV Cilacap, TBBM MOR III, RU III Plaju, Tim Plumpang Jakarta, PJB PLTU Indramayu, Tim Damkar Kab Indramayu.

Sementara warga yang tinggal dalam radius 500 meter sampai 1 km dari tangki yang terbakar, telah dievakuasi ke lokasi 3 pengungsian yaitu di Islamic Centre Indramayu, Pendopo Kabupaten Indramayu dan GOR Perumahan Bumi Patra. Untuk radius 1 km, saat ini sudah kembali ke tempat tinggal. Lokasi pengungsian tetap menjalankan Prokes Covid-19.

Hingga saat ini, 6 orang korban yang luka bakar 40-50 persen dirujuk ke RSPP Jakarta untuk mendapatkan perawatan. 21 korban luka ringan di bawa ke RS Pertamina Bumiputera, RSUD Indramayu dan seluruh biaya perawatan di tanggung Pertamina, 20 orang sudah pulang ke rumah masing-masing.

Terkait pasokan BBM, Pertamina menjamin tidak ada gangguan pasokan BBM untuk DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Pasokan BBM penyangga diperoleh dari Kilang Pertamina RU IV Cilacap dan Kilang TPPI Tuban. Kondisi pasokan nasional BBM aman, dengan perincian: Gasoline 10,5 juta barel (27-28 hari), Solar 8,8 juta barel (20 hari) dan Avtur 3,2 juta barel (74 hari).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: